Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 16.21 WIB

Panduan Melatih Anak Berpuasa, Simak Saran dari Dokter Spesialis Anak

Ilustrasi anak muda berbuka puasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak muda berbuka puasa. (Freepik)

JawaPos.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Untuk itu penting bagi orang tua untuk mulai mengenalkan puasa kepada anak secara bertahap.

Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syekh Yusuf al-Qaradlawi dalam karyanya Fiqh al-Shiyam menyebutkan bahwa tidak boleh anak yang belum baligh dibiarkan begitu saja tanpa dididik dan dilatih untuk berpuasa.

Dalam Islam, ibadah yang hukumnya fardhu ‘ain (wajib) seperti sholat dan puasa Ramadhan harus mulai dilatih sejak anak berusia tujuh tahun. Sementara itu, di Indonesia, masyarakat mengenal konsep puasa bedug atau puasa setengah hari.

Metode ini mengajarkan anak untuk berpuasa sejak terbitnya fajar hingga adzan dzuhur. Kemudian berbuka sebentar dan melanjutkan kembali puasanya hingga waktu Magrib.

Namun, bagaimana cara terbaik melatih anak agar kuat berpuasa? Dokter spesialis anak, Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), membagikan tips penting melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @metahanindita.

Pastikan anak dalam kondisi sehat
Sebelum mulai berpuasa, pastikan anak dalam kondisi sehat. “Jika anak memiliki riwayat penyakit tertentu atau berkebutuhan khusus, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter,” ujar dr. Meta.

Beri Contoh dan Edukasi
Orang tua berperan sebagai teladan bagi anak. Biasakan untuk mengajak anak ikut sahur dan berbuka bersama, sambil menjelaskan alasan mengapa umat Muslim diwajibkan berpuasa.

Latih Secara Bertahap
Tidak perlu memaksa anak untuk langsung berpuasa sehari penuh. Mulailah dengan puasa beberapa jam, kemudian tingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan anak.

Jaga Asupan Cairan dan Nutrisi
Saat sahur dan berbuka, pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup. “Pastikan anak minum air putih dalam jumlah cukup saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih,” tambah dr. Meta. Selain itu, pilihlah makanan bernutrisi seimbang, tinggi protein, kaya serat, serta hindari makanan yang terlalu tinggi gula atau garam.

Dengan metode yang tepat, belajar puasa bagi anak tidak hanya menjadi latihan fisik dan spiritual saja. Namun juga mampu membentuk kedisiplinan dan pemahaman mendalam tentang makna puasa sejak dini.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore