Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 17.33 WIB

Hukum Orang yang Melaksanakan Puasa Ramadhan Tapi Tidak Sholat

Ilustrasi Ramadhan. (Freepik)

JawaPos.com -  Ibadah puasa Ramadhan dan sholat 5 waktu adalah sama-sama rukun Islam. Keduanya berdiri terpisah dengan tata caranya masing-masing.
 
Kewajiban sholat dilakukan sebanyak 5 kali setiap harinya. Adapun puasa Ramadhan dilakukan hanya pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh.
 
Meski keduanya berdiri sendiri dan terpisah satu sama lain, tidak melaksanakan sholat 5 waktu saat menjalankan ibadah puasa ternyata memiliki dampak dari sisi kualitas ibadah puasa yang kita laksanakan.
 
Ahmad Fatoni, selaku Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang, kepada JawaPos.com  sempat mengatakan bahwa, antara ibadah sholat dan puasa Ramadhan meski kedua ibadah tersebut terpisah, namun secara kualitas ibadah saling berkaitan.
 
"Kedua perintah tersebut termasuk dalam rukun Islam yang lima. Sholat wajib dikerjakan 5 kali dalam sehari semalam, sedangkan pelaksanaan puasa Ramadan hanya 30 hari selama bulan Ramadhan," kata Ahmad Fatoni.
 
"Jika orang yang meninggalkan sholat saat berpuasa karena kelalaian atau malas, maka orang tersebut tetap muslim dan tidak membatalkan ibadah puasanya. Akan tetapi, perbuatannya itu dapat merusak pahala ibadah puasanya," imbuh Ahmad Fatoni.
 
 
Menurut dia, orang yang melakukan puasa Ramadhan namun tidak sholat, puasanya secara hukum Islam tetap sah. Akan tetapi, pahala puasanya menjadi berkurang atau bahkan hilang karena dia tidak melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu.
 
"Memang tidak ada keterkaitan antara rukun puasa dan rukun sholat. Puasanya tetap sah (menggugurkan kewajiban puasa), tapi tidak diterima pahalanya. Sebab, sholat adalah kunci segala ibadah. Selain itu, dia juga telah berbuat dosa besar karena meninggalkan sholat," jelasnya.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, apabila orang itu berpuasa Ramadhan dan tidak melaksanakan sholat 5 waktu karena meyakini ibadah sholat bukanlah suatu kewajiban, dampaknya bisa sangat besar dan fatal bagi orang tersebut. Sebab, menganggap sholat fardhu bukan suatu kewajiban menjadi orang itu sebagai murtad. 
 
"Dia bisa dianggap murtad (keluar dari agama Islam) dan puasanya otomatis batal. Ibadah apa pun dalam Islam mensyaratkan pelakunya seorang muslim. Mengingat sholat adalah penentu status keislaman seseorang, maka orang yang sengaja tidak mengerjakan sholat karena diakui bukan perkara wajib, puasanya jadi tidak sah," tandasnya.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore