Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 03.55 WIB

Pakai Nail Art yang Halal atau Bisa Dilepas Pasang Selama Ramadhan

UNIK: Tasya Octav menunjukkan nail art Ramadhan Edition yang dikeluarkan oleh Whatchunails. (Aisyah/Jawa Pos) - Image

UNIK: Tasya Octav menunjukkan nail art Ramadhan Edition yang dikeluarkan oleh Whatchunails. (Aisyah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Puasa tidak menjadi halangan untuk tetap tampil maksimal. Salah satunya dengan merawat dan mewarnai kuku. Terlebih ketika ada undangan untuk buka puasa bersama. Kuku bisa menjadi fashion statement dalam keseluruhan penampilan. Salah satu yang melakukannya adalah selebgram Tasya Octav.

"Aku suka kuku yang hiasannya unik dan blink-blink seperti ini. Tapi kalau untuk outfit lebih memilih yang warna minimalis dan tidak lekang waktu seperti hitam atau cokelat," terangnya saat memasang press on nail di Whatchunails.

Owner Whatchunails Bella Austin menjelaskan, ada dua pilihan untuk umat muslim yang mau memakai nail art saat Ramadhan. Yaitu, dengan memakai halal nail gel atau press on nail. Halal nail gel ini diklaim bisa tembus air sehingga bisa dipakai untuk berwudhu dan shalat.

Sama seperti pewarna kuku pada umumnya, halal nail gel ini juga memiliki banyak pilihan warna. Ia juga bisa dipakai untuk nail art. Namun memang warnanya tidak standout seperti kutek biasa yang tidak tembus air. Halal nail gel lebih ringan dan mudah dibersihkan.

Untuk press on nail, ini adalah kuku palsu yang bisa dilepas pasang. Customer bisa order desain sesuai keinginannya dan dibuatkan gambarnya di kuku palsu. Menggambar di kuku palsu jauh lebih mudah dibandingkan di kuku asli secara langsung.

UNIK: Tasya Octav menunjukkan nail art Ramadhan Edition yang dikeluarkan oleh Whatchunails. (Aisyah/Jawa Pos)

Itu karena kuku palsu bisa diputar-putar sesuka hati, berbeda dengan tangan yang tidak bisa diputar terus menerus. Cara pemakain press on nail ini dengan memasang lem khusus seperti double tip untuk menempelkan kuku palsu di kuku asli.

"Kuku ini bisa dilepas pasang 5-6 kali dan tetap nempel. Tapi jika lebih dari itu daya rekatnya sudah berkurang," terang Bella. Refill perekatnya dijual bebas di berbagai aplikasi belanja online.

Nail art edisi Ramadhan umumnya lebih simpel dengan warna-warna polos maupun hiasan yang minimalis. Namun beberapa customer ada yang memesan gambar-gambar custom. Misalnya gambar bulan bintang, bedug, ketupat hingga desain etnik ala Maroko atau Turki. Desain yang simpel bisa memakan waktu 2-3 jam pengerjaan.

"Ada yang desainnya rumit, itu sampai 7 jam mengerjakannya. Tapi setelah selesai dan customer puas, kami merasa senang," ujarnya.

Para perempuan memesan press on nail untuk Ramadhan biasanya sudah berusia 20an ke atas, bukan remaja. Begitu juga ketika idul fitri. Untuk idul fitri juga kebanyakan yang dipesan seperti cat eye yang terlihat berkilau saat terkena cahaya.

Ada pula yang hanya memakai gliter minimalis. Pilihan itu sudah tepat karena saat hari raya, biasanya orang ingin agar baju lebaran yang jadi pusat perhatian. Nail art hanya pemanis penampilan. Ibaratnya seperti storberry di atas cake. (sha)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore