Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2023 | 16.57 WIB

Biang Kemacetan saat Mudik Lebaran, Polri Antisipasi Kepadatan Kendaraan di Bottleneck

ILUSTRASI: Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). Ruas jalan arteri Kalimalang arah Bekasi terpantau mengalami kepadatan kendaraan. - Image

ILUSTRASI: Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). Ruas jalan arteri Kalimalang arah Bekasi terpantau mengalami kepadatan kendaraan.

JawaPos.com - Berbagai antisipasi disiapkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam pengamanan mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Salah satu sumber kemacetan yang perlu diantisipasi yakni titik-titik bottleneck.

Titik tersebut biasa menjadi sumber penumpukan kendaraan. Jika tidak ditangani dengan baik maka kemacetan bisa menjadi parah.

"Apa yang ditemukan saat Anev 2022 rata-rata bottleneck yang harus diantisipasi. Bottleneck terjadi bisa karena kendaraan mogok, rest area yang penuh, tidak cukupnya lahan parkir membuat parkir di bahu jalan seluruhnya dijadikan evaluasi," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi kepada wartawan, Kamis (6/4).

Pertemuan arus lalu lintas juga bisa menjadi bottleneck. Seperti di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Di sana menjadi lokasi pertemuan arus dari tol layang Mohamed bin Zayed (MBZ) dan jalur bawah. Beruntung di lokasi tersebut telah dilakukan penambahkan menjadi 4 lajur.

Lokasi yang harus menjadi perhatian besar yakni di KM 70 menjelang Cipali. Di lokasi tersebut akan terjadi penyempitan jalan. Dari 4 lajur menjadi 2 lajur.

"Marena itu kuncinya tol Cikatama menuju Cipali kita komunikasikan kita hitung kita monitor dashboard yang dimiliki Jasa Marga tentang angka-angka, lalu menentukan cara bertindak bila terjadi peningkatan pada puncak puncaknya. Karena itu penting masyarakat untuk mengatur waktu cutinya," imbuh Firman.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menyampaikan prediksi terbaru mengenai arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Hasil penelitian terkini, diperkirakan terjadi pergeseran waktu puncak arus mudik.

Hal itu disampaikan Firman setelah penutupan gelar Tactical Floor Game (TFG) bersama Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait lainnya.

"Diperkirakan satu puncak arus mudik dan dua puncak arus balik," kata Firman di Gedung NTMC Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).

Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Polri, Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan dijelaskan puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Kamis dan Jumat 21-22 April 2023. Prediksi ini mundur dari perkiraan awal.

Kemudian puncak arus balik akan terjadi dua kali. Pertama pada 25-26 April 2023. Lalu gelombang kedua pada 30 April sampai 1 Mei 2023.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore