
PESONA LAUT SELATAN: Pengunjung di Pantai Cemmoro Sewu yang masih satu area dengan Pantai Puger, Jember (10/3).
Di Pantai Puger, jalur lintas selatan wilayah Jember, Jawa Timur, berakhir. Fasilitas lengkap, tapi hati-hati dengan ombaknya yang tinggi.
SHOLEH HILMI QOSIM, Jember
---
PARA pemudik yang melalui jalur lintas selatan (JLS) di sepanjang wilayah Lumajang–Jember, Jawa Timur, akan dimanjakan panorama pantai dan gulungan ombak yang menari-nari. Ruas jalan yang lebar, permukaan jalanan yang mulus, serta intensitas kendaraan yang rendah menambah kenikmatan tersendiri berkendara di jalur tersebut.
Sayangnya, kenyamanan jalan itu tidak bertahan lama. Sebab, JLS di Jember masih mentok di wilayah Pantai Puger dan belum ada tanda-tanda kelanjutan pembangunan. Tepat di ujung JLS Jember, terdapat mercusuar dengan kawasan pantai di sisi selatan.
Pantai Pancer Puger bisa menjadi tempat peristirahatan yang tenang seraya menikmati embusan angin khas laut selatan. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 5 ribu untuk masuk ke kawasan pantai yang terletak di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, itu. Ada biaya tambahan Rp 2 ribu untuk yang membawa kendaraan roda dua serta Rp 5 ribu bagi pengendara roda empat.
Terdapat belasan gazebo di tepi pantai yang bisa diakses secara cuma-cuma. Bangunan beratap jerami tersebut cocok dijadikan tempat berleha-leha bagi para pemudik sekadar melepas lelah selama perjalanan. Siti Marfuah, salah seorang pengunjung, mengaku kerap berwisata di Pantai Pancer Puger sekadar untuk menghilangkan kepenatan.
Pada Sabtu (9/3) lalu, warga Wuluhan, Jember, tersebut berangkat bersama tujuh orang menggunakan mobil Honda Odyssey. Mobil bertipe multipurpose vehicle tersebut memiliki ruang kabin yang luas.
’’Enak buat bepergian bareng keluarga soalnya bisa muat banyak orang,” ungkapnya.
Area parkir mobil yang luas menjadi salah satu fasilitas di Pantai Puger.
Terkait keindahan alam Pantai Pancer Puger, Marfuah menekankan siapa saja yang hendak singgah agar lebih berhati-hati. Sebab, beberapa kali terdapat kejadian pengunjung terseret arus ombak yang, seperti umumnya pantai selatan, tinggi.
Selain gazebo seperti yang dimanfaatkan Marfuah sekeluarga, terdapat beberapa fasilitas yang disediakan. Di antaranya, ayunan, tempat tidur gantung, bangku-bangku panjang, musala, dan toilet umum. Menyenangkan tak hanya bagi anak-anak, tapi juga yang dewasa.
Lokasi toilet yang bersebelahan dengan musala juga memudahkan pengunjung untuk menunaikan ibadah. Namun, harap berhati-hati dengan sakelar lampu di depan pintu toilet. Sebab, seperti dialami Jawa Pos ketika itu, sakelar mengeluarkan sengatan yang cukup mengejutkan.
Tersedia pula area parkir yang luas di kawasan pantai, baik bagi roda dua maupun roda empat. Sayangnya, tidak ada rambu aturan yang jelas mengenai petunjuk memarkir kendaraan.
Pada sisi utara dari deretan gazebo, terdapat sejumlah warung penyedia kudapan yang bisa didatangi. Hayati, salah seorang pemilik warung, misalnya, menyediakan camilan ringan seperti tahu krispi, pisang keju, jamur krispi, dan kentang goreng. Kudapan-kudapan tersebut baru diolah ketika ada pesanan dari pengunjung. ’’Biar masih fresh pas dimakan sama orang-orang,” ungkapnya. (*/c7/ttg)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
