Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2024 | 02.59 WIB

Cegah Maag Kambuh pada Hari-hari Terakhir Puasa Ramadhan

Pola hidup sehat adalah kunci menghindari GERD, maag, dan gangguan asam lambung. (Instagram @mitrasana_id)

JawaPos.com – Berpuasa pada bulan Ramadhan untuk penderita maag memang diperbolehkan. Namun bagi penderita maag, menjalani puasa selama bulan Ramadhan bisa menjadi lebih menantang. Sebab, diperlukan beberapa penyesuaian dan perencanaan yang baik agar puasa bisa dilakukan dengan aman.

Sakit maag atau sindrom dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang muncul akibat adanya peradangan pada lapisan di dalam lambung yang dapat dipicu oleh beberapa kondisi. misalnya luka pada lapisan lambung, infeksi bakteri helicobacter pylori, hingga akibat efek samping penggunaan obat-obatan tertentu. Selain itu, gejala sakit maag juga lebih mudah muncul saat seseorang mengalami stress dan memiliki pola makan yang tidak teratur.

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat maag atau gangguan pencernaan lainnya. Dokter akan membantu mengevaluasi Anda dan memberikan saran tentang apakah puasa akan aman bagi Anda.

Dilansir dari kanal YouTube Alodokter, dr. Abi menyampaikan bahwa prinsip utama berpuasa yang sehat bagi penderita sakit maag  adalah mengatur pola makan dan pola hidup sebaik mungkin dengan cara makan secukupnya saat sahur dan berbuka puasa. Hindari makan dengan jumlah porsi besar yang dapat membuat lambung harus bekerja ekstra lebih keras dan membuat perut terasa begah serta penuh.

Cobalah membagi porsi makanan menjadi sedikit-sedikit lalu dihabiskan secara perlahan dengan frekuensi yang lebih sering. Selain itu, awali berbuka puasa dengan mengkonsumsi makanan ringan berikan jeda beberapa saat untuk mengkonsumsi makanan berat.

Lalu, hindari makan dengan terburu-buru, karena makanan yang terlalu cepat masuk ke dalam pencernaan dalam jumlah banyak sekaligus dapat memicu timbulnya keluhan di lambung. Aturlah waktu sahur dan berbuka agar dapat bersantap dengan tenang dan perlahan.

Menghindari mengkonsumsi makanan dan minuman seperti makanan berkadar lemak tinggi, makanan siap saji, makanan yang terlalu asam, makanan yang terlalu pedas, minuman berkafein tinggi, minuman bersoda, dan minuman beralkohol juga perlu dilakukan karena hal tersebut dapat memicu produksi asam lambung berlebih maupun yang berisiko melukai lapisan lambung.

Selanjutnya, konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Perbanyak asupan serat dan karbohidrat sehat seperti nasi merah atau oatmeal agar tubuh tetap berenergi dan kenyang lebih lama. Konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran untuk mengurangi risiko iritasi lambung dan menurunkan produksi asam lambung. Selain itu, lengkapi juga dengan mengkonsumsi asupan protein sehat seperti daging tanpa lemak. Cukupi kebutuhan cairan seperti air mineral untuk membantu kerja sistem pencernaan dalam mengolah makanan.

Terakhir, usahakan untuk menghindari langsung berbaring atau tidur setelah makan, terutama saat sahur. Memberi jeda waktu antara waktu makan dan waktu tidur dapat membantu mencegah refluk asam lambung yang dapat menyebabkan gejala maag. Mengelola stress saat puasa juga perlu dilakukan, Anda dapat melakukannya dengan meditasi atau yoga.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Anda dapat menjalani puasa dengan aman dan nyaman meskipun Anda menderita maag. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh Anda dan merespons dengan bijaksana terhadap setiap gejala atau ketidaknyamanan yang muncul.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore