
Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo. (Istimewa)
JawaPos.com - Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo menerapkan pola bermukim saat liburan di bulan Ramadan. Yang dilibatkan adalah siswa-siswi kelas lima atau setara kelas 2 SMA. Selama bulan suci, mereka tidak pulang ke rumah karena menjadi panitia berbagai kegiatan.
Pengurus bagian pengasuhan santri Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo Ustad Adi Bagus menyebut kalau program bermukim sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Di sana, ada banyak kegiatan karena siswa-siswi menjadi panitia.
"Ada yang menjadi bagian kantin, koperasi dapur, sampai bagian kebersihan. Mereka juga mengelola keungan sendiri dari santri untuk santri" tambahnya.
Kegiatan itu dilakukan untuk memupuk kemandirian para siswa-siswi Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo. "Kelas lima yang bermukim di Pondok dan menjadi panitia kegiatan Bulan Ramadan. Sampai nanti mereka 1 tahun tidak berlibur ke rumah," jelas Adi Bagus.
Muhammad Fajar santri kelas 5C asal Tasikmala Jawa Barat mengungkapkan, tidak pulang saat Ramadan memang membuat dirisnya sangat kangen dengan orang tuanya. "Kami di sini bermukim, menjaga pesantren dan menjadi pengurus kantin selama Ramadan. Saya mendoakan semoga ibu dan bapak di rumah sehat selalu," kata Fajar.
Sementara Bintang Dwi Jaka Permana santri kelas 5S mengatakan, dirinya saat mukim di Pondok Gontor diberi amanah oleh Pondok untuk menjadi panitia.
"Alhamdulillah saya di Pondok sekarang menjadi panitia Takjil. Setiap harinya saya membagikan takjil kepada santri-santri yang bermukim di sini," ungkap Bintang yang asal Gresik itu.
Sementara Ahmad Jafas, santri asal Malang Jawa Timur menyebut kegiatan bermukim di Pondok saat Ramadan untuk membantu. Rasa kangen sedikit terobati karena banyak kegiatan di pondok. .
"Alhamdulillah di sini banyak sekali kegiatan. Tapi kami suka kangen dengan orang tua dan suasana di kampung," terngnya.
Jafas menambahkan, biasanya setiap Ramadan bisa liburan di rumah. Tapi, karena pondok memiliki program bermukim untuk kelas lima, dia harus menerima kondisi itu. "Insya Allah kami akan pulang ke kampung halaman dengan status sebagai menjadi Alumni. Aminnn ya Allah," terang siswa kelas 5H itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
