Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2024 | 18.53 WIB

Sapuan Angin dan Deru Ombak Menambah Kekhusyukan Jemaah saat Sholat Tarawih di Masjid Terbesar Maroko

Warga Maroko meninggalkan Masjid Hassan Sani usai melaksanakan sholat tarawih di hari pertama tarawih. - Image

Warga Maroko meninggalkan Masjid Hassan Sani usai melaksanakan sholat tarawih di hari pertama tarawih.

JawaPos.com - Umat Islam di sejumlah negara memulai ibadah puasa Ramadhan hari ini, Selasa (12/3). Selain Indonesia, negara yang memulai 1 Ramadhan hari ini adalah Maroko.

Maroko merupakan negara yang yang terletak di Afrika Utara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Totalnya mencapai 98,7 persen yang beragam Islam dari total populasi penduduknya.

Salah satu ibadah sunah yang dikerjakan umat Muslim selama bulan suci Ramadhan adalah sholat tarawih. Tarawih pertama di Maroko begitu hikmat.

Khobirotun Nisa, mahasiswa asal Indonesia yang kini sedang berkuliah di Darul Hadis Hassaniya, Rabat, Maroko, melaporkan untuk JawaPos.com terkait suasana sholat tarawih pertama di negara tersebut pada Senin malam (11/3).

Salah satunya sholat tarawih di Masjid Hassan Tsani Maroko yang merupakan masjid terbesar kedua di Afrika. Pada malam itu umat Muslim memadati Masjid Hassan Tsani.

Nabiela, mahasiswi Universitas Hassan Tsani turut hadir dan tidak melewatkan kesan tarawih pertama di Masjid Hassan Tsani Maroko. Dia mengatakan, meski cuaca dingin tidak menyurutkan antusias masyarakat Maroko untuk bertarawih di masjid itu. "Saking ramainya, jemaah pun harus antre cukup lama saat keluar masjid ketika tarawih selesai," ungkap Nabiela.

Masjid Hassan Tsani Maroko merupakan masjid terbesar di Maroko. Letaknya di Kota Casabalanca dan mampu menampung 105.000 jemaah. Dengan rincian 25.000 jemaah di dalam ruangan dan 80.000 jemaah di luar ruangan. Luasnya diperkirakan mencapai 90.000 meter persegi.

Masjid Hassan Sani Casblanca, Maroko terletak di pesisir samudera Atlantik terlihat seolah mengapung di atas laut.

Menariknya lagi, masjid ini terletak di atas pesisir samudera Atlantik yang membuatnya seakan terapung di atas laut. Hal itu membuat jemaah semakin khusyuk dalam menjalankan ibadah dengan sapuan angin dan suara ombak laut. "Oleh sebab itu Masjid Hassan Tsani tidak pernah sepi dari jemaah. Justru semakin ramai dan sesak dengan bertambahnya hari-hari bulan Ramadhan," sambung Nabiela.

Untuk diketahui, Masjid Hassan Tsani Maroko juga merupakan bagian fasilitas dari Universitas Hassan Sani. Di masjid itu terdapat museum Hassan Sani, perpustakaan, dan lainnya.

Ramainya Masjid Hassan Tsani, selain berada di kawasan kampus juga letaknya yang sangat strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Baik masyarakat lokal maupun turis. Karena, dekat dengan pusat kota dan stasiun yang memudahkan akses jemaah.

Letak Masjid Hassan Tsani pun sangat strategis untuk dijangkau oleh jamaah, baik warga lokal ataupun turis tidak akan merasa kesulitan untuk mengunjunginya.

Umumnya jemaah mulai datangan ke masjid itu sebelum azan Isya berkumandang. Jika terlambat, maka akan kesulitan mendapatkan saf di dalam ruangan.

Tarawih di Masjid Hassan Tsani dikenal mempunyai durasi salat yang lebih lama dibanding masjid-masjid lain. Imam sholat tarawih harus mengkhatamkan Alquran minimal sekali selama Ramadhan. Sehingga, banyak jemaah menyiapkan bekal minuman untuk dibawa ke dalam masjid. Tidak jarang pula jemaah membawa banyak botol minuman air putih untuk dibagikan kepada jemaah lainnya secara cuma-cuma.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore