
Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Menurut sejumlah pedagang setempat, permintaan buah musiman tersebut pada Ramadhan tahun ini menurun sekitar 50 persen dibandingkan Ramadhan 2019 karena dipicu penerapa
JawaPos.com - Memasuki bulan Ramadan, pedagang timun suri mulai bermunculan di pasar-pasar tradisional, salah satunya Pasar Kebayoran Lama Jakarta. Pedagang timun suri di pasar ini rata-rata merupakan pedagang musiman yang biasa berjualan pada saat Ramadan hingga Lebaran.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, harga timun suri di banderol di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogramnya. Biasanya buah tersebut menjadi primadona yang sering dipakai untuk hidangan berbuka puasa.
Salah satu pedagang timun suri, Irsyad mengaku, dirinya telah menjual timun suri sejak beberapa hari yang lalu. “Saya bukan yang punya, cuma kerja disini bantuin jualin, tapi udah jualan tiga empat hari lalu. Yang punya biasa sewa tempat disini buat jualan tiap puasa aja,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (2/4).
Irsyad mengatakan, pada bulan Ramadan biasanya banyak permintaan besar yang umumnya para pedagang. “Udah banyak yang beli, banyak yang pesen juga. Kebanyakan pedagang. Buat takjil-takjil buka puasa biasanya. Yang beli selain pedagang juga ada,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, timun suri yang dijual diambil dari petani langsung dari Cirebon. Sebab, stoknya banyak dan harganya lebih murah. “Ngambil dari Cirebon ini jadi lebih murah. Kalo beli dari pihak kedua kan lebih mahal. Harganya sekilo disini Rp 8.000,” ungkapnya.
Dari hasil penjualan timun suri, sebelum pandemi biasanya pihaknya meraup untung jutaan rupiah per harinya. Irsyad optimis tahun ini dapat meraup keuntungan yang sama seperti sebelum pandemi karena situasi sudah terasa normal.
“Untungnya sehari ya bisa sejuta. Setau saya segitu. Waktu corona ada sedih yang belo sedikit. Tapi sekarang Alhamdulilah pelan-pelan ada yang beli lagi,” tuturnya.
Sementara, pedagang timun suri tahunan lainnya, yaitu Anto juga mengaku optimis bisa mendapatkan untung besar tahun ini. Anto menjual timun suri menggunakan gerobak. Sehingga bisa berkeliling ke rumah-rumah penduduk. “Harganya Rp 9.000 per kilogram. Gede-gede ini bagus-bagus. Saya keliling juga nanti siang,” pungkasnya.
Sedangkan salah satu pembeli, Indri mengaku, dirinya membeli timun suri untuk berjualan takjil di lingkungan rumahnya. Ia yang berprofesi sebagai seorang guru mencari pendapatan tambahan lewat usaha musiman Ramadan.
“Saya beli lumayan banyak bukan buat dimakan sendiri. Buat jualan lagi. Minuman-minuman buka puasa. Es buah ada timun surinya, jadi adem,” pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
