
Rektor UINSA Masdar Hilmy. Uinsasby.com
JawaPos.com–Setelah berpuasa selama satu bulan, hari raya Idul Fitri atau hari kemenangan tiba. 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 13 Mei. Apa sebenarnya makna berpuasa bagi umat Islam dan apa hikmah Idul Fitri atau hari kemenangan itu menurut Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Masdar Hilmy?
”Ramadan merupakan media bagi umat Islam untuk mengedukasi diri supaya menjadi pribadi yang lebih baik. Karena manusia cenderung selalu bergerak didasari hawa nafsu. Sehingga, puasa menjadi medan supaya manusia tidak berjalan secara liar tanpa kendali spiritualitas,” ujar Masdar Hilmy.
Menurut dia, jati diri manusia terdiri atas dua aspek. Yakni aspek jasmani dan rohani. Puasa adalah bentuk latihan agar manusia tidak selalu digerakkan aspek jasmani.
”Ini mengendalikan supaya manusia mempunyai batasan. Tidak makan dan minum berlebihan, juga tidak berhubungan badan pada siang hari. Sehingga puasa ini untuk mengekang hal tersebut,” tutur Masdar Hilmy.
Dia menjelaskan, puasa juga merupakan ketakwaan dalam melaksanakan anjuran perintah rasul. Sebab, rasul mengajarkan komposisi perut manusia mempunyai batasan. Antara lain, untuk makan, minum, dan bernapas. Masing-masing memiliki porsi sepertiga. Sehingga, jika ketiganya terpenuhi sesuai kebutuhan, dalam tubuh terdapat keseimbangan.
Dia juga menyarankan, agar perayaan Idul Fitri tidak perlu dilakukan berlebihan. Pada masa pandemi, masyarakat bisa bersilaturahmi secara online.
”Meskipun makna Idul Fitri adalah hari kemenangan, bukan berarti kita bebas begitu saja. Umat Islam telah berhasil melampaui latihan spiritual ketakwaan selama sebulan. Kalau bisa setelah bulan puasa tetap dipertahankan aspek takwa dan ibadahnya,” kata Masdar Hilmy, yang kelahiran Lasem Rembang itu.
Pada umumnya, lanjut dia, ketika Lebaran tiba, masyarakat Indonesia selalu mudik atau pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi. Namun, saat ini pemerintah memberlakukan kebijakan larangan mudik sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.
Masdar Hilmy menyatakan, silaturahmi secara virtual sama sekali tidak mengurangi makna dari silaturahmi itu sendiri. ”Sebenarnya meskipun silaturahmi dilakukan secara online, tidak akan mengurangi keafdhalannya. Karena memang saat ini negara kita tengah dilanda Covid-19. Kita tidak bisa menyamakan seperti pada umumnya saat sebelum adanya virus korona,” ucap Masdar Hilmy.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
