
Pengunjung bazar Ramadan Mega Legenda berjubel di hari pertama, Sabtu (27/5). Ratusan pedagang di sini menjual beragam lauk pauk dan jajanan tradisional hingga minuman segar.
JawaPos.com - Ramadan tiba. Kaum muslim tidak hanya bersiap untuk menjalankan puasa dan ibadah lainnya untuk meningkatkan takwanya. Sebagian masyarakat lainnya selain menjalankan ibadah puasa ada juga mencari berkah yang tak kalah penting. Yakni menggelar dagangan di pasar kuliner atau bazar menjelang waktu berbuka.
Di Kota Batamm, ada sejumlah kawasan yang menjadi pusat kuliner Ramadan. Lokasi itu sejak hari pertama puasa sudah dipadati pengunjung untuk mendapatkan takjil atau makanan khas Indonesia dengan cita rasa asli. Ada ratusan makanan ringan yang bisa menjadi pilihan di sana.
Pasar Ramadan di kawasan bisnis Nagoya misalnya. Di sana ada puluhan pedagang mulai berjualan sejak pukul 15.00 WIB. Kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, para pedagang tampak masih berkemas-kemas. Mereka menyusun meja sesuai urutan nomor yang telah diberi pihak pengelola.
Amirudin misalnya, pria asal Sumatera Barat ini mengaku telah menyiapkan beraneka makanan ringan hingga berat untuk dijual. Mulai dari rendang, kalio ayam, tauco, asam pedas, ayam balado, ayam bumbu dan banyak menu lainnya. "Menu andalan kalio ayam dan ayam bumbu," ujar Amirudin seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).
Untuk makanan ringan seperti perkedel kentang, jagung dan aneka kue basah. Aneka kue itu dijual berkisar Rp 1.000-5.000. Tergantung dari jenis kuenya. "Beda-beda harga," terangnya.
Sementara Siti, pedagang yang juga berjualan di lokasi tersebut mengaku baru pertama membuka usaha di lokasi tersebut. Sebelumnya, pasar Ramadan terletak di pinggir jalan yang bersebelahan dengan parit besar. Namun kini, kawasan itu sedang ditutup sehingga dialihkan agak ke belakang.
"Ya kita berharap mudah-mudahan ramai aja. Soalnya kali ini letak pasar Ramadan agak ke belakang," terang Siti.
Siti mengaku berjualan beraneka lauk pauk untuk berbuka. Harga yang ditawarkan Rp 8.000- 15.000. Harga lauk pauk itu di luar nasi. "Kalau nasi tambah lagi Rp 5000," kata Siti.
Di Batamkota, di bazar Ramadan Mega Legenda, Sabtu (27/5) sore padat oleh pengunjung yang berburu menu berbuka puasa. Puluhan pedagang yang berjualan di bawah tenda tampak sibuk semua melayani pembeli.
Pengunjung pun harus berjejal saat berjalan karena terlalu padat. "Susah kali jalan," keluh Rudi, 39, warga Batamcentre yang datang bersama anaknya.
Di bazar ini, beragam kuliner dijual. Mulai dari jajanan pasar, lauk pauk, hingga pilihan minuman segar. Ini menjadi rezeki sendiri bagi pedagang yang mayoritas adalah pedagang dadakan. Selain di Nagoya dan Batamkota, bazar Ramadan juga mudah ditemui di seluruh penjuru Batam, bahkan sampai ke permukiman. (nji/she/iil/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
