
Alya Farizka tengah membaca Alquran di dalam kelasnya di SMPIT Cahaya Ummat, Taman Sari, Ampenan Kota Mataram. Alya yang duduk di kelas VII sudah hafal 30 juz.
JawaPos.com - Jadi penghafal Alquran tidak mesti berasal dari keluarga yang berlatar belakang pengasuh pensatren. Melainkan sangat bergantung dari keinginan kuat diri sendiri dan motivasi dari keluarga terdekat dalam hal ini kedua orang tua. Hal tersebut dibuktikan Alya Farizki, santri kelas VII Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Cahaya Ummat, Taman Sari, Ampenan, Kota Mataram.
Alya Farizki, kelahiran Mataram, 14 Mei tahun 2004 ini tak pernah menyangka dalam waktu yang cukup singkat, mampu menghafal 30 juz Alquran. Dengan membutuhkan waktu kurang dari 6 bulan, Alya sapaan akrabnya telah berhasil menjadi penghafal dalam usia 13 tahun yang merupakan usia cukup belia.
Dia yang kini duduk di bangku kelas VII SMPIT Cahaya Ummat, Taman Sari, Ampenan ini, sebelumnya menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SDN 2 Cakranegara. Ketika duduk di bangku SDN 2 Cakranegara, belum pernah terpikir menjadi penghafal Alquran.
Bagaimana tidak, selama duduk di bangku SDN 2 Cakranegara, Alya yang merupakan anak pertama dari 2 bersaudara ini baru hanya sebatas bisa membaca. "Ketika masuk di SMPIT Cahaya Ummat, saya baru mulai belajar hafalan Alquran dan rasanya cukup berat dan susah," tutur Alya Farizki sebagaimana dilansir Radar Lombok (Jawa Pos Group), Selasa (13/6).
Alya menjadi satu-satunya santri yang berasal dari SDN 2 Cakranegara ataupun dari sekolah umum. Pada umumnya santri di SMPIT Cahaya Ummat rata-rata memiliki dasar hafalan lebih dari 2 juz ketika masuk menjadi santri di sekolah pencetak hafiz di Kota Mataram ini.
Dengan latar belakang yang belum begitu memahami akan hafalan, tidak lantas membuat Alya patah semangat ataupun berkecil hati. Dengan semangat pantang menyerah, Alya terus belajar dan belajar. Siang malam dimanfaatkan untuk belajar dan menghafal setiap lembar dan demi lembar halaman Alquran. Sebagai pemula, Alya mengaku dalam satu hari diberikan tugas untuk membaca 5 lembar halaman Alquran secara berulang – ulang sampai hafal sedikit demi sedikit.
Setiap selesai menghafal dan merasa yakin sudah hafal, Alya kemudian menyetorkan untuk diuji hasil hafalanya tersebut kepada pimpinan Halaqah (kelompok tahfidz) yang dibimbing oleh seorang ustadzah. Dengan ketekunan dan semangat yang luar biasa tersebut, Alya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk bisa menghafal 1 halaman Alquran.
Alya menuturkan untuk waktu menghafal Alquran adalah mulai dari pukul 16.00 Wita usai selesai menjalankan Salat Ashar. Karena dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita belajar pelajaran umum seperti pada sekolah umumnya di dalam ruang kelas. Begitu pukul 11.00 Wita seluruh santri diwajibkan untuk istirahat tidur sampai waktu salat Dzuhur berjamaah dan mkan siang. Begitu selesai salat Dzuhur dan makan siang, santri lagi masuk ke dalam kelas untuk belajar mata pelajaran sekolah seperti biasanya hingga pukul 16.00 Wita untuk melaksanakan salat Ashar.
Usai salat Ashar, maka baru setiap santri memanfaatkan waktu tersebut hinga Maghrib untuk membaca berulang-ulang hingga betul betul hafalan mantab. Setiap jarak waktu 1,5 jam, santri menyetorkan hafalan mereka kepada 1 Halaqah untuk diuji oleh pembinanya. Dimana 1 Halaqah terdapat 7 santri yang ditangani oleh 1 orang ustadzah.
Begitu juga usai salat Maghrib dan Isya, dimanfaatkan untuk belajar menghafal. Alya pun memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk membaca dan menghafal halaman demi halaman ayat – ayat Alquran. "Pertama memang susah, tapi ketika sudah hafal beberapa halaman, kita menjadi lebih semangat dan menikmatinya," ungkap Alya yang bercita-cita menjadi seorang jurnalis ini.
Alya saat ini duduk di kelas VII bersama 23 teman sekelasnya yang lainnya. Dari 24 santri dalam 1 kelas, sudah ada 2 orang santri yang hafal Alquran 30 juz. Sementara untuk kelas VIII seluruhnya sudah hafal Alquran 30 Juz. Hal tersebut yang juga menjadi motivasi Alya dan temannya yang lain untuk bisa hafal 30 juz Alquran kurang dalam waktu 1 tahun.
Dengan keinginan dan dorongan dari diri sendiri, kata Alya menjadi salah satu kunci untuk bisa menghafal Alquran dalam waktu yang cukup cepat yakni membutuhkan waktu 6 bulan sudah hafal Alquran 30 juz.
"Alhamdulillah sudah hafal 30 juz, dan saya akan terus memelihara hafalan ini dengan tetap membaca Alquran dan mengamalkannya," ungkapnya.( Lukmanul Hakim/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
