
Diskusi The 5Th Siloam Uro-Nephro Summit 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Ginjal merupakan organ vital yang berperan dalam menyaring limbah metabolisme, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur tekanan darah. Fungsi ginjal pada anak-anak menjadi semakin penting karena sangat memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan.
Sayangnya, kasus penyakit ginjal pada anak terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini patut diwaspadai karena dapat berdampak jangka panjang pada kualitas hidup mereka.
Penyakit ginjal pada anak memerlukan penanganan khusus yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Tanpa penanganan yang tepat, anak berisiko mengalami hambatan pertumbuhan serta komplikasi serius yang berdampak pada kualitas hidup.
Pendekatan komprehensif mulai dari tata laksana penyakit ginjal, pencegahan komplikasi, hingga transplantasi menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Perkembangan tata laksana penyakit ginjal anak terus diperbarui agar anak dapat tumbuh optimal meskipun menghadapi kondisi kronis. “Penatalaksanaan sindrom nefrotik pada anak kini semakin berbasis bukti terkini. Edukasi keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan, karena kepatuhan terapi sangat menentukan hasil jangka panjang,” ungkap dr. Ina Zarlina, Sp.A(K) dalam ajang Siloam Uro-Nephro Summit 2025 yang lalu.
Selain itu, aspek lain yang juga menjadi perhatian adalah penyakit ginjal yang berhubungan dengan sistem imun. dr. Hertanti Indah Lestari, Sp.A(K), menekankan pentingnya kolaborasi dalam tata laksana kondisi ini.
“Penyakit ginjal yang berhubungan dengan sistem imun pada anak membutuhkan pendekatan multidisiplin. Terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien adalah kunci untuk mencapai hasil klinis yang lebih baik,” jelasnya.
Transplantasi Ginjal Anak: Harapan dan Tantangan
Transplantasi ginjal tetap menjadi terapi pengganti ginjal terbaik bagi anak dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir, karena terbukti mendukung pertumbuhan, perkembangan neurokognitif, serta meningkatkan kualitas hidup.
Namun, sejumlah tantangan harus diantisipasi agar hasilnya optimal.
Kelainan bawaan ginjal dan saluran kemih merupakan penyebab utama gagal ginjal anak dan sering kali perlu dikoreksi sebelum transplantasi. Perbedaan ukuran ginjal donor dewasa dengan penerima anak juga dapat menimbulkan komplikasi seperti trombosis (pembekuan darah), vessel kinking (pembuluh darah tertekuk), dan kompresi (tekanan pada ginjal atau pembuluh darah).
Risiko infeksi pun lebih tinggi pada anak. Infeksi EBV (Epstein-Barr Virus) dan CMV (Cytomegalovirus) dapat meningkatkan kejadian PTLD (Post-Transplant Lymphoproliferative Disorder) atau komplikasi serius lain yang dapat terjadi setelah transplantasi, sementara virus BKV (BK Polyomavirus) dapat memicu nefropati, yakni kerusakan ginjal hasil transplantasi. Karena itu, kelengkapan imunisasi menjadi syarat penting sebelum transplantasi dilakukan.
Tantangan lain terkait penggunaan obat imunosupresi. Karena metabolisme anak lebih cepat, dosis obat yang diberikan cenderung lebih tinggi. Sementara itu, penggunaan steroid dapat menghambat pertumbuhan serta menimbulkan komplikasi lain, sehingga strategi minimalisasi atau penghentian steroid semakin dipandang penting untuk keberhasilan jangka panjang.
Pada sesi yang sama, Prof. Yap Hui Kim, seorang pakar nefrologi dari Singapura menyampaikan, “Transplantasi ginjal pada anak membutuhkan pendekatan yang sangat hati-hati. Mulai dari koreksi masalah urologi sebelum tindakan, pencegahan infeksi melalui vaksinasi, hingga penyesuaian regimen imunosupresi sesuai dengan metabolisme anak. Semua langkah ini menentukan keberhasilan jangka panjang.”
Tidak kalah penting, pencegahan kerusakan ginjal sejak dini bisa dilakukan melalui pola hidup sehat. Asupan cairan yang cukup, membatasi konsumsi makanan tinggi garam, serta menghindari minuman kemasan tinggi gula dan zat aditif, menjadi langkah sederhana namun berdampak besar. Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga ringan juga dapat membantu kesehatan ginjal anak. Pemeriksaan kesehatan secara berkala berperan penting untuk deteksi dini, sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
