Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 17.00 WIB

Kerap Merasakan Kesepian? Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Parkison

Kesepian bisa membuat seseorang depresi dan berefek buruk bagi kesehatan. - Image

Kesepian bisa membuat seseorang depresi dan berefek buruk bagi kesehatan.

JawaPos.com - Merasa kesepian ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan lebih tinggi lho.

Orang yang kesepian memiliki kemungkinan 37% lebih besar untuk didiagnosis menderita penyakit Parkinson, menurut sebuah studi baru.

Temuan ini terungkap dalam studi baru yang diterbitkan di JAMA Neurology.

Meskipun kesepian sering dikaitkan dengan risiko demensia dan penyakit Alzheimer yang lebih tinggi, para peneliti ingin mengetahui dampaknya terhadap penyakit Parkinson.

"Penelitian ini pada dasarnya mencoba mencari tahu apakah kita juga bisa melihat hal yang sama pada penyakit Parkinson," ujar profesor neurologi dan kepala divisi gangguan pergerakan di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina, Nina Browner seperti dikutip dari laman Health, Kamis (19/10/2023).

Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif yang terutama disebabkan oleh proses penuaan pada sistem saraf.

Individu yang terkena mungkin mengalami gangguan keseimbangan motorik dan tubuh, ditandai dengan gemetar, gangguan koordinasi tubuh, dan kekakuan otot.

Penelitian ini tidak secara langsung mengatakan bahwa kesepian menyebabkan penyakit Parkinson, namun mungkin merupakan dampak negatif dari kesepian.

Menurut peneliti, temuan ini penting karena saat ini banyak orang yang terkena dampak kesepian.

Penelitian ini menggunakan data dari 491.603 peserta dari kelompok UK Biobank yang menyelesaikan kuesioner antara tahun 2006 dan 2010.

Kelompok diminta menjawab ya atau tidak jika merasa sendirian.

Selama periode 15 tahun, para peneliti mengamati berapa banyak peserta yang didiagnosis menderita penyakit Parkinson.

Dari situ, tim meneliti apakah ada perbedaan risiko terkena penyakit Parkinson berdasarkan rasa kesepian.

Penulis studi Antonio Terracciano mengatakan peserta penelitian berusia antara 38 hingga 73 tahun.

Setidaknya 54 persen di antaranya adalah perempuan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore