
Wakil Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Jakarta, dr Winnugroho Wiratman (kedua dari kanan) di acara Neuropathy Awareness Week 2023 di Jakarta, Minggu (11/6). (ANTARA).
JawaPos.com - Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Jakarta dr. Winnugroho Wiratman, Sp.S, Ph.D., menyampaikan gejala penyakit neuropati atau kerusakan pada saraf dan kiat untuk menanganinya.
Neuropati adalah gangguan atau kerusakan pada jaringan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kebas, kesemutan, sensasi terbakar, atau rasa ditusuk jarum.
Winnugroho saat sebuah acara kesehatan di Jakarta, Minggu, mengatakan gejala paling berat dari neuropati adalah kelumpuhan yang bisa terjadi jika kerusakan saraf berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
"Kalau sudah makin lama kelumpuhan bisa terjadi dan itu yang paling berat," kata Winnugroho.
Bila tidak dideteksi lebih awal maka neuropati bisa menyebabkan gangguan otonom pada tubuh seperti gangguan irama jantung atau keringat berlebihan.
Kerusakan saraf yang berujung kepada neuropati disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya luka eksternal, peradangan, trauma pasca operasi, merokok, diabetes, konsumsi minuman beralkohol, kemoterapi, kekurangan nutrisi/vitamin, faktor genetik, hingga saraf terjepit karena terlalu sering menggunakan gawai atau berkendara.
Winnugroho menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah neuropati yaitu melakukan kontrol dan manajemen penyakit kronis dengan baik, mengonsumsi diet yang bergizi, olahraga rutin, serta menjauhi rokok dan minuman beralkohol.
Jika gejala kesemutan, kebas, dan nyeri pada saraf muncul secara tiba-tiba, dalam jangka waktu yang lama, dan bertambah parah, Winnugroho menganjurkan untuk segera periksa dan berobat ke dokter.
Winnugroho menjelaskan asupan vitamin B neurotropik yang meliputi vitamin B1, B6, dan B12 sangat penting bagi kesehatan saraf sekaligus dapat menurunkan gejala neuropati sampai 62,9 persen dalam tiga bulan.
"Dengan pemberian vitamin B1, B6, dan B12 gejala neuropati itu yang kita nilai dengan total symptom score ternyata menurun sampai 62,9 persen selama pemakaian tiga bulan," ujar Winnugroho.
Vitamin B1, B6, dan B12 memiliki peran masing-masing dalam proses pemulihan saraf. Vitamin B1 berperan dalam mempercepat proses pembentukan energi, vitamin, dan DNA yang dibutuhkan dalam regenerasi jaringan sel saraf.
Vitamin B6 berfungsi untuk membantu menghantarkan sinyal saraf. Vitamin B6 dapat membantu dalam proses produksi neurotransmitter yang berperan membawa sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya.
Sementara B12 membantu dalam regenerasi selubung mielin yaitu pelindung akson pada saraf yang diibaratkan seperti lapisan karet yang melindungi kabel listrik. Regenerasi selubung mielin dibutuhkan dalam proses awal pemulihan saraf yang rusak.
Winnugroho mengingatkan untuk mewaspadai gejala neuropati dan segera periksakan ke dokter jika gejala neuropati terus muncul selama lebih dari tiga minggu.
"Waspada pada gejala neuropati sesegera mungkin bila memang (gejala) berat, terus menerus, berulang lebih dari tiga minggu segera cari pertolongan (dokter)," kata Winnugroho.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
