
Photo
JawaPos.com - Setiap anak dilahirkan dengan keunikan dan bakat masing-masing. Begitu juga dengan anak down syndrome yang rata-rata memiliki kemampuan piawai dalam bidang seni, bahkan bisa melebihi dari anak-anak lain pada umumnya.
Musik merupakan suatu hal yang menyenangkan untuk dipelajari dan dapat membantu mengembangkan kemampuan konsentrasi. Nada dan irama berulang yang ada di dalam musik dapat mempermudah anak down syndrome untuk mengingat dan memahami materi yang diberikan.
"Musik dan seni merupakan hal yang banyak disenangi semua anak karena mengandung unsur keindahan dan keceriaan," jelas Kepala Divisi Pengembangan Anak Spesial Rumah Autis, Henny Ma'rifah, kepada JawaPos.com, Kamis (21/3).
Menurut Henny, dengan latihan yang kontinyu dan berulang, anak-anak Down Syndrome akan memahami apa yang diberikan. Pengajar dan orang tua harus konsisten dan menyampaikannya dengan cara yang ceria dan sabar.
"Sebagian besar mereka mampu menguasai berbagai keterampilan memainkan alat musik dan seni," katanya.
Untuk itu dii Rumah Autis, anak-anak down syndrome juga difasilitasi dengan seni salah satunya belajar bermain alat musik. Musik dapat membantu anak Down Syndrome mengekspresikan emosi mereka lebih baik dan membantu dalam menjalani proses belajar sehari-hari.
Selain seni, anak down syndrome juga gemar dalam bidang olahraga. Banyak anak-anak down syndrome yang berhasil menjadi juara olahraga hingga tingkat internasional.
"Seperti juara olimpiade atletik, pelukis, modeling dan lainnya," katanya.
Dalam berbagai literatur disebutkan, kelainan down syndrom pertama kali ditemukan oleh Dokter dari Inggris, John Langdon Down, pada 1866. Pada normalnya manusia memiliki 23 pasang kromosom, sehingga menjadi total 46 buah kromosom. Sementara pada anak down syndrome terdapat kelebihan satu kromosom pada kromosom nomor 21 dan menjadikan kromosom ini berjumlah tiga, dimana seharusnya hanya sepasang.
Hal ini menyebabkan jumlah total kromosom menjadi 47 buah, yang biasa disebut sebagai trisomi 21. Kelainan kromosom ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan fisik dan mental penyandang Down Syndrome.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
