
Menstrual cup sebagai alternatif pembalut yang ramah lingkungan.
JawaPos.com - Pembalut merupakan sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi perempuan. Sejak tahun 1888 hingga sekarang pembalut terus bertransformasi menjadi beberapa jenis pembalut seperti tampon, washable cloth pad, period underwear, maxi pad, dan menstrual cup.
Saat ini, pembalut yang umum dipakai oleh masyarakat Indonesia adalah maxi pad. Maxi pad memberikan kenyamanan pada banyak perempuan karena daya serap tinggi, harga terjangkau, dan mudah didapat.
Namun, memakai maxi pad ternyata lebih berisiko terhadap kesehatan vagina dan kondisi lingkungan. Maxi pad mengandung residu pupuk, pestisida serta pemutih dioksin dan furan. Efek pemakaian pembalut sekali pakai ini bisa menyebabkan iritasi, alergi, bahkan gangguan reproduksi.
"Pembalut sekali pakai ini akan menyumbang begitu banyak sampah dan juga mengandung mikro plastik yang nantinya menjadi limbah kemudian dimakan oleh ikan kecil, hewan hewan, sehingga bisa kembali membahayakan pada tubuh kita," kata Jeanny Primasari, Founder Zero Waste Nusantara, ketika ditemui di acara #NewPeriodIndonesia : Introduction To a Menstrual Cup, Conclave Wijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2).
Nah, jika ingin mencoba pembalut yang ramah lingkungan dan dianggap aman, Anda bisa beralih ke menstrual cup. Bagaimana cara pakainya? Apakah sama dengan maxi pad?
Secara bentuk menstrual cup dan maxi pad itu jauh berbeda. Menstrual cup ini merupakan pembalut kewanitaan berbentuk corong yang dimasukkan ke dalam vagina selama periode menstruasi.
Tujuannya untuk mencegah cairan menstruasi tembus pakaian. Menstrual cup terbuat dari silikon/TPE berbentuk seperti bel dengan batang diujungnya.
Lalu apakah sekali pakai? Menstrual cup bisa digunakan berkali-kali.
Sehingga memungkinkan pengguna membersihkan darah menstruasi setiap 4-12 kali per hari tergantung pada volume darah. Setelah itu, dapat dicuci dengan air hangat kemudian dimasukkan kembali pada vagina.
Setelah periode menstruasi selesai, menstrual cup dapat disterilisasi dengan cara direbus selama 5 menit dan disimpan untuk periode selanjutnya. Cukup satu menstrual cup saja, yang bisa Anda pakai selama 10 tahun.
Menurut penelitian tahun 2011 RCT (randomized controlled trial), 91 persen masyarakat di Canada bersedia melanjutkan menggunakan cup. Kemudian studi di Kenya Barat tahun 2016, pada remaja putri diberikan menstrual cup dan pembalut dibandingkan kain.
Bahkan diketahui menstrual cup memiliki risiko rendah terhadap STD (sexually transmitted disease). Serta angka infeksi bacterial vaginosis lebih rendah dibandingkan yang menggunakan pembalut dan kain. Selain terhindar dari STD, menstrual cup juga aman dari penyakit Toxic Shock Syndrome yang disebabkan toksin bakteri S. aureus.
"Menstrual cup sudah dipercaya puluhan tahun, hanya 2 kasus TSS yang ditemukan dan berkaitan dengan penggunaan lama (lebih dari 12 jam)," tambah dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, seorang Gynecologist, ditemui di acara yang sama.
Ia juga mengatakan bahwa semua produk tidak ada yang bebas risiko TSS, tetapi penggunaan yang bersih dan sesuai aturan sangat kecil. Di Indonesia menstrual cup masih jarang ditemukan, sehingga banyak perempuan yang mengandalkan jasa titip di negara lain.
"Hype menstrual cup sudah mulai sejak akhir-akhir tahun ini, walau distributor resmi di Indonesia masih belum banyak, perlahan sudah mulai banyak yang peduli akan lingkungan dan minim sampah," ujar Dwi Sasetyaningtyas, Founder Sustaination.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
