
Ilustrasi mata tanpa minus. Mata minus bisa diatasi dengan metode lasik.
JawaPos.com - Kacamata memang telah dikenal sebagai alat bantu penglihatan bagi mereka yang memiliki masalah mata minus, silinder hingga plus. Kadang, penggunaan kacamata bisa mengganggu aktivitas seseorang.
Tapi, tahukah Anda kalau ada pengobatan yang bisa membuat Anda terbebas dari kacamata? Salah satunya lewat proses lasik dan Relex Smile.
Teknologi lasik dan Relex Smile, memang dikenal bisa menyembuhkan mata minus, plus, dan silinder. Bahkan, lewat pengobatan lasik, penderita masalah mata bisa bebas dari kacamata atau soflens.
Kedua teknologi ini merupakan tindakan laser pada lapisan luar mata dengan tujuan menipiskan kornea tanpa ada efek rasa sakit. Penipisan kornea pada teknik Lasik dan Relex Smile dengan tujuan meratakan bentuk kornea yang tidak reguler.
"Bentuk kornea tidak reguler jadi tidak seperti biasanya, karena normalnya mestinya setengah lingkaran benar-benar yang sama sekali tidak ada gelombang," kata dr. Sharita Siregar, SpM, dokter kornea katarak dan bedah refraktif, saat ditemui di acara Eyes Talk 'A to Z About Your Eyes' di Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, Sabtu (15/12).
Ia mengatakan jika ada gelombang biasanya terjadi pada bentuk kornea pemilik mata silinder. Lalu jika terlalu tebal atau 'nukik' ada pada pemilik mata minus.
Laser untuk mata minus dan plus pun dibedakan, biasanya plus difokuskan pada bagian pinggir kornea kemudian untuk minus di bagian tengah. Idealnya setelah melakukan Lasik akan menyisakan 250-300 mikron.
Awal sebelum melakukan Lasik akan dibuat dummy atau demonya terlebih dahulu. Untuk mengetahui apakah pasien layak untuk diLasik atau tidak.
"Jadi kalau ternyata setelah demo ketebalannya kurang dari 250 atau 280 biasanya kita kasih tahu pasien ini minusnya terlalu tinggi atau ketebalannya kornea kurang cukup jadi kayanya tidak bisa Lasik dulu," tambah dr. Sharita Siregar.
Walau mata tersebut sudah pernah diLasik tidak menjamin bahwa akan selamanya bisa sembuh, kembali lagi pada gaya hidup orang itu sendiri bisa menjaganya atau tidak. Jika memang mata minus muncul lagi, Lasik bisa dilakukan dengan perawatan Lasik ekstra.
Teknologi Lasik dan Relex Smile sebenarnya mirip. Bedanya jika Lasik sayatannya lebih besar dengan sistem buka tutup flap di lapisan stroma kornea. Sementara Relex Smile dilakukan di dalam lapisan stroma kornea dan dengan sayatan kecil 2-4 mm.
Lasik bisa meng-cover minus sampai 14 sementara Relex Smile hanya sampai 10. Agar mata setelah laser tidak kambuh lagi, sebaiknya membiasakan untuk selalu ingat istirahat 20 detik setelah lelah melihat gadget. Lalu hindari membaca sambil tidur, saat di tempat gelap, dan baca di mobil.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
