Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Desember 2018 | 18.05 WIB

Orang Tua Wajib Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Anak Dikhitan

Pakar Nyeri dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, menjelaskan seputar nyeri khitan. - Image

Pakar Nyeri dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, menjelaskan seputar nyeri khitan.

JawaPos.com - Khitan atau sunat kini makin gencar dilakukan karena bisa menunjang kesehatan. Sirkumsisi atau khitan (sunat)merupakan tindakan pembedahan yang banyak dilakukan pada anak di dunia. Hal ini dilakukan dengan menghilangkan kulit kulup yang menutupi kepala penis.


Di luar negeri tindakan sirkumsisi banyak dilakukan saat bayi berusia 3 hari atau lebih dan dilakukan sebelum bayi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan di Indonesia sirkumsisi dilakukan oleh dokter umum, namun dapat dilakukan oleh dokter bedah, dokter urologi, dokter bedah anak seperti yang dilakukan di luar negri.


Dalam bakti sosial kali ini PT Waskita Karya (Persero) Tbk mentargetkan sebanyak 1250 anak di 5 kota, salah satunya dilakukan di RS Meilia Cibubur. Dengan layanan kesehatan gratis yang diberikan berupa sunatan massal, pap smear, dan USG mamografi, katarak, dan pengobatan umum serta nyeri.


“Meski saat ini sudah ada jaminan kesehatan nasional (JKN) dari pemerintah, tidak semua layanan kesehatan ter-cover didalamnya seperti praktek sirkumsisi. Sebagai salah satu upaya preventive yang dapat membantu hygiene penis, dan mencegah beberapa penyekit menular seksual,” ujar Manager Humas PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Poppy Sukmawati kepada wartawan, Minggu (10/12).


Pakar Nyeri dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, menegaskan orang tua harus memperhatikan sejumlah hal sebelum mengantarkan anak dikhitan. Hal itu bisa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.


Kondisi Kesehatan Anak


Pada bayi prematur mungkin orang tua harus menunda untuk sementara tindakan sirkumsisi. Atau pada bayi dengan kelainan penis bawaan lahir atau riwayat keluarga dengan gangguan sistem pengentalan darah.


Pasca Khitan


Pasca tindakan sirkumsisi anak akan rewel atau gampang menangis. Untuk itu hati-hati saat sedang membersihkan penis anak, misal setelah buang air besar atau kecil atau saat mandi.


Gunakan Celana Khusus


Usai dikhitan, orang tua bisa meminta anak memakai pelindung penis dengan celana penis khusus. Atau dapat juga dengan mengenakan pakaian yang longgar agar tidak ada penekanan pada penis.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore