
Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam diskusi paparan hasil studi XANAP bagi pasien dengan gangguan irama jantung di Indonesia.
JawaPos.com - Berbagai pengobatan alternatif bagi pasien stroke saat ini kian menjamur. Dari mulai pengobatan menggunakan ramuan tradisional, terapi pijat, terapi kejut listrik, hingga terapi lintah dan lainnya. Tentu jika dikaitkan dengan dunia medis, terapi tersebut tidak direkomendasikan.
Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam memilih pengobatan alternatif. Bukannya sembuh, justru jika salah tahapan, stroke bisa lebih parah atau tidak efektif.
"Terapi itu kan bicara bukti ilmiah, ada bukti klinis atau enggak. Kita bicara dari sisi logika atau tidak. Kita bicara mekanisme penyebab stroke itu enggak ada hubungan sama skali dengan mekanisme stroke. Bisa dibilang terapi itu tak dianjurkan dan tolong bedakan antara testimoni dengan hasil uji klinis," tukasnya dalam diskusi paparab hasil studi XANAP terkait pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.
Dia menambahkan jika testimoni dijadikan pedoman, banyak orang mengaku sembuh. Namun perbandingannya kecil yaitu 1 dibanding ribuan orang.
"Orang dikasih air putih yang direndam sama batu berhasil sembuh saat diminum. Itu kan testimoni saja. Mungkin itu hanya kebetukan atau suatu saat serangan stroke bisa terjadi lagi," tukas dr. Kurniawan.
Dokter yang juga praktik di RS Kramat itu menjelaskan saat ini kedokteran masih menggunakan panduan dari Indonesia dan luar negeri atau internasional untuk mengobati stroke.
Rekanalisasi
Pertama, lakukan rekanalisasi. Buka sumbatan dengan obat yaitu dengan trombolitik atau masuk kateter trombektomi. Waktunya terbatas yaitu hanya 24 jam pertama saat pasien terserang stroke.
Pencegahan
Pencegahan atau jangan berulang. Jika pasien stroke punya hipertensi, diabetes, atau gangguan irama jantung, maka harus dicegah dengan rutin minum obat.
Rehabilitasi
Pasien stroke harus mengikuti fisioterapi. Paling bagus fisioterapi dilaksanakan saat 6 bulan pertama. Jika terbukti stroke dan mengalami kelemahan atau kelumpuhan pada sisi tubuh, maka harus rajin fisioterapi.
Perubahan Gaya Hidup
Pola makan, pola tidur, dan olahraga harus dilakukan untuk mencegah stroke berulang atau meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
