Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juli 2018 | 17.25 WIB

Mengenal Penyakit Skoliosis, Gangguan Tulang Belakang yang Melengkung

Ilustrasi penyakit Skoliosis tulang melengkung pada anak. - Image

Ilustrasi penyakit Skoliosis tulang melengkung pada anak.

JawaPos.com - Setiap orang tentu menginginkan tubuh lahir sempurna. Namun ada satu penyakit yang membuat punggung seseorang terlihat melengkung dan kurang sempurna yakni skoliosis.


Skoliosis merupakan kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Skoliosis dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Pada anak-anak, skoliosis dapat berubah menjadi kondisi yang serius seiring dengan pertumbuhannya.


Skoliosis juga dapat terjadi pada orang dewasa yang tidak memiliki sejarah kondisi ini, dikarenakan degenerasi pada tulang belakang dan faktor usia yang bertambah tua. Jika skoliosis dapat terdeteksi atau ditemukan lebih awal, pasien dapat menghindari
gejala-gejala kondisi yang lebih parah.


"Bila dibiarkan saja tanpa penanganan atau perawatan, skoliosis terkadang perlu diambil tindakan pembedahan," kata Ahli dari Klinik Scoliosis Care Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, Sp. KFR, dalam Seminar Media baru-baru ini.


Menurutnya, masyarakat masih kurang menyadari tentang pentingnya edukasi skoliosis. Padahal prevalensi skoliosis makin meningkat yaitu sekitar 3 persen di dunia dan 4-5 persen di Indonesia.


Usia Penderitanya


Skoliosis dapat terjadi sejak balita dan kanak-kanak yaitu usia 0-3 tahun (infantile), 4-9 tahun (juvenile), 10-19 tahun (adolescent), dan lebih dari 19 tahun (adult). Progresivitas skoliosis terjadi pada umur 10-18 tahun. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, skoliosis lebih banyak terjadi pada perempuan. Dari keseluruhan skoliosis yang terjadi, sebanyak 80 persen merupakan skoliosis idiopatik.


Faktor Pencetusnya


Skoliosis dapat terjadi karena faktor genetik, kelainan kongenital atau bawaan dari lahir, kelainan pembentukan tulang atau kelainan neurologis dan habitual atau kebiasaan dalam membawa barang berat. Deteksi skoliosis secara akurat dan dini penting untuk dilakukan dengan cara mengecek dari belakang.


"Apakah adanya tonjolan pada tulang bahu, pinggang dan pinggul yang memiliki kurva tidak seharusnya," paparnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore