Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Maret 2018 | 16.20 WIB

Mengerikan! Ini Korelasi Penyakit Ginjal dan Diabetes

Ilustrasi sakit ginjal yang disebabkan karena diabetes - Image

Ilustrasi sakit ginjal yang disebabkan karena diabetes

JawaPos.com - Sakit ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala khas di tahap awal. Sampai seseorang akhirnya mengeluh ginjalnya sakit. Sistem kerja ginjal bisa terganggu salah satunya diakibatkan komplikasi dari penyakit diabetes yang juga tak disadari. Salah satu penyebabnya adalah kegemukan atau obesitas.


Berbagai komplikasi penyakit diabetes dapat menyerang seseorang dari mulai kepala hingga kaki. Karena itu, penyakit diabetes disebut sebagai penyakit katastropik. Biaya atau beban yang dikeluarkan negara untuk menanggung penyakit ini beserta komplikasinya juga tidak sedikit. Gaya hidup sehat terus dikampanyekan oleh berbagai tenaga kesehatan dan pemerintah.


Edukator Diabetes Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Yulia menjelaskan, komplikasi penyakit diabetes dimulai dari kepala yaitu stroke, lalu mata yaitu kebutaan, dan jantung koroner. Kemudian berlanjut hingga hipertensi dan juga infeksi TB paru karena bakteri mudah menyerang.


"Ginjal paling banyak menjadi penyakit komplikasi dari diabetes. Karena penyakit ini menyerang pembuluh darah kecil yang lebih banyak jumlahnya di dalam tubuh. Lalu menuju ke bagian tubuh di bawah pada pria dapat menyebabkan impotensi dan pada wanita dapat menyebabkan keputihan," kata Yulia kepada JawaPos.com, Rabu (7/3).


Seseorang yang sudah terkena komplikasi gagal ginjal harus cuci darah dua kali setiap pekan. Jika tak ditanggung BPJS, maka biaya yang harus dikeluarkan antara Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta. Jika tidak, maka pasien bisa meninggal karena racun tidak keluar dari dalam tubuh.


Yulia memberi saran bagi masyarakat yang belum terkena penyakit ini untuk menjalani pola hidup sehat dan mengelola stres. Kemudian dia menyarankan untuk mengecek atau berani mengukur gula darah untuk lebih mengenal diri. Kemudian jaga berat badan dan pola makan agar tidak mengalami obesitas.


"Makin cepat ketahuan lebih efektif penanganannya daripada komplikasi terlanjur menyerang. Cek gula darah," tuturnya.


Sebab, jangan sampai ginjal mengalami cuci darah jika sudah sampai tahap ujung. Saat cuci darah atau hemodialisis (HD) darah pasien disalurkan melalui filter untuk menghilangkan limbah produk-produk dari tubuh. Darah yang bersih kemudian dikembalikan ke tubuh setelah proses penyaringan selesai. HD biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat cuci darah tiga kali seminggu dengan durasi 4-5 jam per sesi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore