Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2017 | 01.54 WIB

Simak Tiga Fakta Penting Seputar ASI

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - ASI adalah makanan yang paling sempurna untuk bayi yang baru lahir, karena sangat mudah dicerna. Bayi memiliki sistem pencernaan yang masih sensitif serta memiliki kandungan zat gizi yang sangat kaya dan tepat untuk kebutuhan bayi. Sehingga ASI adalah makanan paling tepat, jangan yang lain.


Beberapa studi mengatakan bahwa ASI menurunkan risiko bayi terkena penyakit infeksi akibat bakteri, parasit, jamur, dan virus. Dalam keterangan tertulis, hellosehat.com, ada tiga fakta penting seputar ASI yang wajib disimak, Rabu (2/7).


1. ASI Makanan Paling Tepat


ASI yang pertama kali keluar, herbal/kolostrum. Kolostrum, memiliki kandungan IgA yaitu zat kekebalan yang tidak ada di dalam susu formula.


Kandungan ASI yang sangat tepat untuk kebutuhan bayi membuat ASI mudah diserap dan dicerna oleh tubuh. Selain itu, ASI mengandung enzim pencernaan yang memudahkan penyerapan zat gizi di dalam tubuh bayi.
Pemberian ASI juga menghindarkan bayi terkena penyakit kronis dan akut pada masa mendatang. Oleh karena itu, ASI merupakan cara terbaik untuk menjaga status kesehatan dan gizi anak.


Jika setiap anak diberikan ASI eksklusif, setidaknya terdapat 800 juta jiwa anak selamat dari berbagai penyakit infeksi, malnutrisi, bahkan kematian dini. Di dalam ASI, terkandung berbagai vitamin serta mineral yang dibutuhkan bayi untuk menunjang pertumbuhan perkembangannya. Bahkan, pemberian ASI juga berpengaruh pada kemampuan kognitif serta belajar anak hingga dia dewasa nanti.


2. ASI Berpengaruh Pada Kemampuan Kognitif Anak


Berbagai penelitian telah membuktikan manfaat pemberian ASI eksklusif pada bayi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan atau minuman apapun pada bayi selain ASI dan kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun namun diiringi dengan pemberian makanan pendamping ASI.


Sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 1.300 partisipan dari Boston Children’s Hospital menyatakan bahwa anak yang diberikan ASI eksklusif memiliki tingkat IQ dan kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan ASI oleh ibunya.


Penelitian lain juga menyatakan bahwa anak yang diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa ada pemberian makanan atau minuman apapun dan kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun memiliki IQ 4 hingga 5 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan ASI eksklusif. Bahkan penelitian tersebut melakukan perbandingan terhadap durasi pemberian ASI.


3. ASI Mengandung DHA yang Penting untuk Perkembangan Otak Anak


Berbagai studi telah menyatakan bahwa ASI memiliki dampak yang sangat baik dalam kelangsungan hidup anak, terkait dengan status gizi, status kesehatan, serta perkembangan dan pertumbuhan anak. ASI juga dapat menunjang perkembangan otak dan pertumbuhan bayi.


Hasil analisis yang melibatkan berbagai penelitian, membuktikan bahwa ASI dapat meningkatkan fungsi kognitif anak. Hal ini salah satunya disebabkan karena ASI mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid yaitu jenis asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat baik untuk perkembangan otak anak. (ika)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore