
KONSULTASI : Kepala Poli Mawar Safuan Hadi (kiri) yang didampingi konselor
JawaPos.com – Puluhan pasien HIV/AIDS mengantre di Poli Mawar Merah RSUD Sidoarjo, Kamis (13/7). Mereka datang untuk mengambil obat antiretroviral (ARV) hingga konseling.
Kepala Poli Mawar Merah RSUD Sidoarjo Safuan Hadi menyebutkan, hingga Juni tahun ini, Poli Mawar RSUD Sidoarjo telah menerima 3.453 pasien HIV/AIDS. Rata-rata, dalam sebulan, ada sekitar 575 pasien. Bahkan, setiap bulan ditemukan pasien baru. Tahun ini total 167 pasien baru positif HIV/AIDS ditemukan di RSUD Sidoarjo.
Menurut Safuan, data tersebut hanya yang tercatat di RSUD. Kemungkinan, angka riilnya lebih besar lagi. ’’Peningkatannya sampai 100 pasien dalam sebulan. Itu terlihat dari grafik April menuju Mei,’’ katanya.
Apalagi, sebagian besar temuan pasien baru tersebut merupakan pasien rujukan. Pasien itu baru diketahui mengidap HIV/AIDS ketika mengalami sakit dengan infeksi oportunistik (IO). Mulai tuberkulosis (TBC), hepatitis, hingga toksoplasmosis. ’’Sudah dirawat, tidak sembuh-sembuh. Begitu diperiksa, ternyata HIV positif,’’ ujar Safuan.
Program voluntary counseling testing (VCT) yang didorong poli mawar merah juga berhasil menjaring kasus-kasus baru HIV. Total, ada 23 pasien. Sisanya merupakan pasien dengan IO yang menjalani rawat inap di RSUD dan rujukan dari rumah sakit atau puskesmas. ’’Banyak yang shock, tidak terima, dan marah setelah mengetahui hasilnya positif. Tetapi, kami berusaha menyemangati agar tidak down,’’ jelasnya.
Saat ini kasus HIV paling banyak terjadi pada pelanggan seks, disusul oleh ibu rumah tangga (IRT) yang terkena dampak dari suami yang suka ’’jajan’’. Urutan ketiga diduduki oleh homoseksual atau lelaki seks lelaki (LSL). ’’Justru (penularan HIV/AIDS) jarum suntik sekarang ini kami belum menemukan kasusnya,’’ ujarnya.
Pasien HIV/AIDS di RSUD rata-rata berusia produktif. Yang paling banyak berusia 20–35 tahun. Sekitar 80 persen penularannya melalui seks bebas. Mereka kini mengikuti pengobatan ARV untuk menunjang daya tahan tubuh. Namun, tidak sedikit pula yang putus pengobatan. Akibatnya, kondisinya semakin buruk.
’’Kalau sudah ARV, memang harus komitmen. Tidak ada obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi ARV bisa membuat pasien bertahan hidup lebih lama,’’ ungkapnya. (ayu/c20/pri)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
