
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
JawaPos.com – Layanan primer di fasilitas kesehatan pertama seperti Puskesmas dan klinik menjadi ujung tombak bagi pencegahan penyakit di masyarakat. Sebelum dirujuk ke rumah sakit, dokter layanan primer harus mampu mengatasi 150 macam penyakit di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Namun menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dokter layanan primer yang biasa digawangi oleh dokter umum dianggap kurang diminati.
“Di luar negeri dokter layanan primer sangat efektif. Biasanya layanan primer dilakukan oleh dokter umum. Namun kondisi saat ini di masyarakat, bekerja di layanan primer bukan karir menarik, jadi ini yang membuat sistem kita sulit mencegah penyakit,” kata Nila dalam acara Seminar dan Lokakarya Kesehatan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis (20/4).
Menurutnya, setiap Fakultas Kedokteran selain menyiapkan lulusannya untuk menjadi dokter umum, tentu juga menyiapkan lulusan menjadi spesialis dan peneliti serta manajerial di fasilitas kesehatan. Akan tetapi, kata Nila, hampir semua dokter ingin menjadi dokter spesialis.
“Karena penghargaan finansial dan non finansial dokter spesialis jauh lebih tinggi. Sedangkan dokter layanan primer biasanya temporer tidak menetap dan untuk jangka waktu yang pendek,” katanya.
Solusinya, layanan primer harus digawangi dokter layanan primer yang menetap agar pencegahan penyakit di masyarakat efektif. Dokter layanan primer juga semestinya bisa menjadi alternatif pendidikan bagi para dokter.
Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti. Selain gengsi yang lebih tinggi, dokter spesialis tentu memperoleh gaji yang lebih besar.
“Bayangannya itu jelas dong, spesialis gengsinya lebih besar dan penghasilannya lebih besar. Keahliannya juga beda,” tegas Ghufron.
Pola pikir di masyarakat ini harus diubah sehingga semua layanan kesehatan harus dianggap penting. Hal itu untuk mengatasi krisis beban biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada berbagai penyakit tak menular dan layanan yang sifatnya kuratif atau pencegahan. Dokter layanan primer berperan sebagai penyaring (gate keeper) sebelum pasien dirujuk.
“Karena itu fasilitas di layanan primer juga harus ditingkatkan, alat juga harus dipenuhi,” kata mantan Wakil Menteri Kesehatan ini. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
