Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Maret 2018 | 18.15 WIB

Spesial dan Istimewa, Anak dengan Down Syndrome Berhak Setara

Peringati Hari Down Syndrome Dunia, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) akan kembali menyelenggarakan serangkaian acara yang mengangkat tema Aku Ada Aku Bisa. - Image

Peringati Hari Down Syndrome Dunia, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) akan kembali menyelenggarakan serangkaian acara yang mengangkat tema Aku Ada Aku Bisa.

JawaPos.com - Masyarakat diminta untuk tidak membedakan hak anak dengan dowm syndrome. Mereka juga memiliki hak setara seperti anak lainnya yang berhak mendapatkan pendidikan, hak untuk hidup, dan kesehatan.


Para calon ibu dan orang tua pada umumnya sejak dini harus mulai memahami seputar penyakit kelainan kromosom. Zaman sekarang semakin banyak anak lahir dan tumbuh kembang dengan keterbelakangan mental. Hal itu ternyata dipengaruhi karena adanya kelainan kromosom. Rupanya kondisi kelainan kromosom sebetulnya bisa dideteksi sejak dini. 


Down Syndrome bisa dideteksi sejak dini. Pencegahannya, terutama untuk ibu yang pernah memiliki anak Down Syndrome atau hamil pada usia di atas 40 tahun, harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya. Terutama di awal kehamilan, karena mereka memiliki risiko melahirkan anak dengan sindrom down lebih tinggi.


Tahun ini, dalam rangka memeriahkan dan mengajak masyarakat memperingati Hari Down Syndrome Dunia, Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) akan kembali menyelenggarakan serangkaian acara yang mengangkat tema Aku Ada Aku Bisa.


Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 17 Maret dan 24-25 Maret 2018 ini akan turut dimeriahkan oleh berbagai kegiatan dan didukung oleh artis-artis ibu kota, seperti HIVI!, Dian HP, Elfa’s Singer dan ADS (Anak Down Syndrome).

“Tema Aku Ada Aku Bisa bertujuan untuk menggugah semua pihak, bahwa Anak Down Syndrome berhak setara. Ada banyak orang dengan Down Syndrome yang berhasil bekerja, mandiri dan berprestasi. Selain itu, dunia pendidikan dan kerja perlu juga bersinergi membangun prinsip inklusi untuk anak-anak dengan Down Syndrome," ujar Ketua Umum POTADS, Sri Handayani dalam keterangan tertulis, Senin (19/3).


Melengkapi peringatan HDSD yang jatuh setiap 21 Maret, tahun ini POTADS telah menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya, seperti Lokakarya para pengurus, sinergi para pegiat POTADS di seluruh Indonesia, penyuluhan dan sosialisasi mengenai Down Syndrome ke sekolah dan posyandu di JABODETABEK, serta seminar parenting yang tujuannya untuk menyiapkan anak-anak dengan Down Syndrome memasuki masa pubertasnya. Kegiatan-kegiatan ini telah dimulai sejak 11 Februari lalu.

”Melalui perayaan HDSD ini, POTADS berharap masyarakat dapat lebih peduli dan menerima keberadaan ADS," ungkap Sri.


Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome Dunia 2018 Barnadeta mendorong dunia kerja untuk memberi kesempatan bagi ADS untuk berkarir. Selain itu mendorong pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk membangun sistem pendidikan yang ramah ADS.


"Kami berharap, semua pihak mau bersinergi menciptakan kesempatan berusaha yang lebih luas untuk anak-anak istimewa ini," tutupnya.


Rangkaian kegiatan dibuka pada 17 Maret di Rumah Ceria Down Syndrome (RCDS) POTADS, Pejaten Barat, dengan mengadakan babak penyisihan untuk berbagai perlombaan, seperti Tari Modern, Tari Daerah, Peragaan Busana Daerah & Penampilan Musik (Djimbe/Keyboard/Drum) dan Vlog Competition.


Penjurian untuk babak penyisihan ini dilakukan oleh para pemerhati Down Syndrome dari berbagai macam profesi, diantaranya Nico Ajie Bandy, Ava Victoria, Netta Kusumah Dewi, Kartika Martakoesoemah, Sri Dijan Tjahjati dan Rury Avianti.


Semua pemenang lomba yang telah terpilih akan tampil di acara Fun Day 24 Maret. Sementara untuk Vlog Competition akan dimulai pada 17 Maret dengan batas upload pada 20 Maret dan pemenang akan diumumkan pada 25 Maret di acara Fun Walk.

Kegiatan Fun Day menjadi kegiatan kedua yang akan diselenggarakan pada 24 Maret di Bentara Budaya, Palmerah, dengan berbagai kegiatan seperti talkshow dan penampilan final untuk ADS yang sudah terpilih dari berbagai kegiatan di babak penyisihan, diantaranya tari modern, tradisional, musik, dan peragaan busana daerah.


Penjurian untuk babak final ini juga dilakukan oleh para pemerhati Down Syndrome, diantaranya Tike Priatnakusumah, Kartika Martakoesoemah, Paulina Dinaristi, Tohpati, Indro Hardjodikoro, Dian HP, Purwa Caraka, dan Frans Sartono.

Kegiatan ketiga yang sekaligus menjadi acara puncak acara HDSD akan diselenggarakan pada 25 Maret 2018. Pada kesempatan ini, POTADS akan mengajak para keluarga Down Syndrome, masyarakat Indonesia serta para pemerhati ADS untuk berolahraga bersama dalam acara Fun Walk.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore