
Para dokter yang tergabung dalam Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI secara bersama menangani masalah bibir sumbing.
JawaPos.om - Semua orang tua tentu berharap anaknya lahir dengan sehat, sempurna, tak kekurangan satu apapun. Namun tak jarang ditemui seorang anak lahir dengan bibir dan lelangit sumbing (bibir sumbing).
Dalam rangka memperingati Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing yang jatuh setiap bulan Juli, Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI menggelar program Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month bertajuk 'Mengukir Senyuman dan Harapan Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik'. Staf konsultan bedah plastik craniofacial di CCC dr. Prasetyanugraheni Kreshanti, SpBP-RE (KKF), mengatakan bibir sumbing ini dapat dikenali dengan terlihatnya celah pada bibir. Ketidaksempurnaan bentuk terjadi karena tidak menyatunya bibir atas dan/atau lelangit yang dapat ditemukan pada satu sisi atau kedua sisi bibir atas dan/atau lelangit.
"Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab kelainan bibir dan lelangit sumbing ini. Namun diduga penyebabnya adalah multifaktorial, di antaranya adalah faktor genetik dan faktor lingkungan," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (17/7). Lalu, apa saja dampak bibir sumbing bagi anak?
1. Penampilan Fisik
Masalah yang dapat ditimbulkan tidak hanya masalah penampilan tetapi juga dapat menimbulkan masalah suara yang sangau (karena lelangit mulut anak tidak sempurna sehingga tidak dapat mengucapkan kata dengan baik).
2. Makan dan Minum
Masalah minum atau makan seperti susu yang keluar dari hidung saat bayi menyusui, masalah infeksi telinga, dan masalah pertumbuhan gigi dan tulang rahang atas.
3. Psikologis
Kepala Divisi Bedah PlastikRekonstruksi dan Estetik RSCM-FKUI Prof. dr. Chaula L. Sukasah, SpBP-RE (K), menjelaskan kelainan bibir dan lelangit sumbing ini mungkin tampak menakutkan dan menyebabkan beban pikiran pada orang tua. Namun sesungguhnya kelainan ini dapat diatasi dengan hasil yang baik bila ditatalaksana secara multi dan interdisiplin sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, serta berkesinambungan.
"Kami mengajak orang tua pasien dan masyarakat untuk dapat mengenali secara dini supaya penderita bibir dan lelangit sumbing biasmendapat akses kepelayanan yang efektifsejak awal untuk mendapatkan hasil yang baik, tidak hanya secara estetik namun jugasecara fungsional, sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
