Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 16.13 WIB

5 Cara Meningkatkan Serotonin dan Mengatasi Depresi Tanpa Obat, Menurut dr. Jiemi Ardian

Olahraga rutin tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memberi dampak besar pada kesehatan mental dan psikologis. (Freepik) - Image

Olahraga rutin tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memberi dampak besar pada kesehatan mental dan psikologis. (Freepik)

JawaPos.com - Depresi sering kali membuat seseorang merasa kehilangan arah dan semangat hidup. Banyak yang menganggap satu-satunya cara untuk pulih adalah dengan obat-obatan. Padahal, ada langkah-langkah alami yang dapat membantu tubuh memproduksi serotonin secara alami.

Dilansir dari laman YouTube Jiemi Ardian, dokter spesialis kedokteran jiwa dari Siloam Hospital Bogor, menjelaskan bahwa depresi merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor biologis, lingkungan, serta pikiran. Salah satu faktor yang sangat berperan adalah kadar serotonin, zat kimia otak yang berfungsi mengatur suasana hati dan rasa bahagia.

Selama beberapa dekade, obat antidepresan digunakan untuk meningkatkan kadar serotonin. Namun, dr. Jiemi menegaskan bahwa ada pula cara alami yang terbukti mampu membantu meningkatkan serotonin di otak tanpa bergantung pada obat. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Paparan Cahaya Terang (Bright Light)

Paparan cahaya alami, terutama cahaya matahari, terbukti dapat meningkatkan serotonin di otak. Negara-negara dengan empat musim bahkan menggunakan terapi cahaya untuk menangani seasonal depression, atau depresi akibat perubahan musim.

Menurut dr. Jiemi, meskipun cuaca sering mendung atau musim hujan, penting untuk tetap keluar rumah agar tubuh mendapatkan cahaya alami. Cahaya tidak hanya memperbaiki mood, tetapi juga membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang berperan penting dalam menjaga kestabilan emosi dan mengurangi risiko depresi.

2. Rutin Berolahraga

Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga pikiran. Aktivitas fisik terbukti meningkatkan serotonin dan hormon bahagia lainnya seperti endorfin.

Dr. Jiemi menegaskan, olahraga tidak harus berat, yang penting dilakukan secara konsisten. Bisa dimulai dari jogging ringan, jalan kaki pagi, atau bersepeda santai. Meski depresi sering membuat seseorang kehilangan energi dan motivasi, justru olahraga ringan yang dilakukan rutin dapat mempercepat proses pemulihan mental.

3. Konsumsi Makanan Sehat Kaya Protein dan Triptofan

Serotonin terbentuk dari asam amino triptofan, yang banyak ditemukan dalam makanan berprotein seperti telur, ikan, ayam, susu, dan kacang-kacangan. Kekurangan triptofan dapat menghambat produksi serotonin, sehingga pola makan sehat sangat diperlukan.

Dr. Jiemi mengingatkan bahwa selama depresi, seseorang cenderung mencari makanan instan atau junk food yang justru memperburuk kondisi mental. Sebaliknya, perbanyak konsumsi buah, sayur, dan sumber protein sehat untuk membantu tubuh menghasilkan serotonin secara optimal.

4. Jaga Interaksi Sosial

Meskipun depresi sering membuat seseorang ingin menyendiri, interaksi sosial justru menjadi salah satu kunci penting dalam proses penyembuhan. Dukungan dari teman, keluarga, atau komunitas dapat memberikan rasa dimengerti dan menenangkan hati.

Menurut dr. Jiemi, kebersamaan memiliki efek terapeutik. Ketika kita merasa dipahami, beban emosional berkurang. Depresi sering “berbohong” dengan membuat kita merasa menjadi beban bagi orang lain, padahal kenyataannya, koneksi sosial adalah obat alami yang kuat bagi jiwa yang terluka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore