Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 15.06 WIB

Transformasi Sensatia: Dari Botanicals ke Clean Beauty

Sensatia merayakan 25 tahun dengan fokus pada clean beauty, inovasi produk, dan komitmen terhadap lingkungan. (Istimewa) - Image

Sensatia merayakan 25 tahun dengan fokus pada clean beauty, inovasi produk, dan komitmen terhadap lingkungan. (Istimewa)

JawaPos.com - Sensatia, brand lokal untuk perawatan kulit berbahan alami, merayakan anniversary yang ke-25 pada Februari 2025. Eksistensi seperempat abad itu membuktikan kepercayaan pasar terhadap brand yang lahir di Karangasem, Bali, itu.

Didirikan di Karangasem, Bali, Sensatia tetap mempertahankan pabrik dan kantor pusatnya di sana. Perusahaan ini memprioritaskan pemberdayaan warga lokal, dengan sebagian tenaga kerja telah bergabung sejak awal berdiri. 

Hingga kini, lebih dari 300 produk telah dihadirkan oleh Sensatia dalam konsep clean beauty yang berkelanjutan. Mulai dari perawatan wajah, tubuh, rambut, hingga baby care dan produk khusus remaja. Rangkaian remaja yang diluncurkan pada Januari lalu merupakan respon atas meningkatnya kebutuhan akan perawatan kulit aman bagi kulit muda dan sensitif.

Pada kesempatan eksklusif Media Luncheon di Surabaya, Selasa (29/4), Sales & Marketing Manager Sensatia Kunti Puspita Sari memaparkan data yang dirilis oleh YCP Solidiance. Sebanyak 86 persen konsumen secara aktif membaca bahan dari produk yang akan dibeli. Sementara itu, 60 persen konsumen Indonesia kini lebih memilih brand lokal.  

Kesadaran masyarakat akan pentingnya produk yang aman dan alami telah berdampak positif terhadap penjualan. Sejak pandemi, perusahaan mencatat pertumbuhan lebih dari 30% per tahun. Tahun ini, Sensatia menargetkan ekspansi lebih dari lima gerai baru, beberapa diantaranya berlokasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar.

Usia 25 tahun menjadi titik balik bagi Sensatia untuk menegaskan kembali tiga pilar utamanya yakni clean ingredients, clean environment, dan clean business. “Salah satu yang bertransformasi adalah logo Sensatia. Penyederhanaan nama dari Sensatia Botanicals menjadi Sensatia, serta desain logo dan kemasan yang baru, bertujuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam,” kata Kunti. 

Perubahan visual brand punya makna penting. Mencerminkan clean beauty yang bukan sekadar tren melainkan prinsip yang mendasari setiap keputusan. “Ini berarti penggunaan bahan-bahan alami yang aman dan teruji, upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan, dan praktik bisnis yang adil dan transparan,” lanjutnya. 

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap clean environment, Sensatia telah melakukan berbagai inisiatif. Pada 2024, Sensatia telah mengumpulkan lebih dari 65.000 botol melalui program Recycle. Lebih dari 60% tim Sensatia juga berasal dari Karangasem, Bali, tempat di mana Sensatia lahir. Di fasilitas produksinya di Bali, panel surya kini berkontribusi terhadap sekitar 70% konsumsi energi di fasilitas produksi Sensatia. 

Untuk mewujudkan clean business, Sensatia menjalankan program profit-sharing yang memberikan bagian dari keuntungan perusahaan kepada seluruh karyawan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dan komitmen terhadap kesejahteraan tim.

Sebagai bagian dari transformasi ini, Sensatia secara bertahap akan memperbarui tampilan gerai fisik di seluruh Indonesia. Selain itu, tampilan kemasan produk juga akan diperbarui untuk mencerminkan semangat transformasi. Di Surabaya, Sensatia hadir di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore