Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 03.18 WIB

Kesedihan Berlarut-Larut: Bahaya yang Mengintai Kesehatan Fisik dan Mental

Ilustrasi perempuan mengalami kesedihan dan ketidakbahagiaan dalam hidup. (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan mengalami kesedihan dan ketidakbahagiaan dalam hidup. (freepik)

JawaPos.Com - Saat kesedihan datang, wajar jika kita merasa terpuruk dan memerlukan waktu untuk bangkit.

Namun apa yang terjadi ketika kesedihan berlarut-larut dan terus membayangi keseharaian dan mengganggu aktivitas?

Perasaan sedih yang berkepanjangan bukan hanya mempengaruhi aktivitas dan kondisi mental saja, tetapi juga dapat membawa dampak serius bagi kesehatan tubuh.

Kesedihan yang tak kunjung usai dapat menjadi racun bagi tubuh dan pikiran, menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental yang kadang sulit dipulihkan.

Kesedihan yang berkepanjangan dikenal sebagai gangguan depresi mayor dalam istilah psikologis memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada yang kita bayangkan.

Dari penurunan daya tahan tubuh hingga gangguan tidur, efek dari kesedihan yang tidak diatasi dapat menyerang keseimbangan tubuh dan bahkan memperparah kondisi kesehatan yang sudah ada.

Lebih lengkapnya, inilah dampak kesedihan yang terus menerus pada kesehatan tubuh dan mengapa sangat penting untuk mengambil langkah pencegahan dilansir dari American Psychological Association (APA).

1. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Salah satu dampak paling umum dari kesedihan yang berlarut-larut adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Menurut penelitian, orang yang mengalami kesedihan berkepanjangan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit, seperti flu, infeksi, dan penyakit lainnya.

Ini disebabkan oleh peningkatan hormon stres, seperti kortisol, yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih rentan terhadap penyakit.

2. Gangguan pada Jantung

Kesedihan dan stres yang berkepanjangan juga dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi berkepanjangan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner atau tekanan darah tinggi.

Emosi negatif yang terus menerus juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang pada akhirnya merusak fungsi jantung.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore