
Ilustrasi mejnaga kesehatan usus. (Istimewa)
JawaPos.com - Radang usus adalah peradangan di usus yang bisa ditandai dengan iritasi sampai dengan timbulnya luka (ulkus). Peradangan ini bisa mengenai usus halus, usus besar, maupun keduanya.
Radang usus halus (enteritis) merupakan peradangan atau inflamasi pada usus halus. Sedangkan radang usus besar (colitis) adalah peradangan atau inflamasi pada usus besar. "Jadi, terminologi radang usus adalah segala bentuk peradangan yang bisa terjadi di usus halus ataupun usus besar. Tidak ada batasan usia, semua bisa mengalami," jelas Spesialis Bedah Digestif Rumah Sakit Premier Surabaya dr Arland Chandra SpB-KBD, Rabu (10/7).
Penyebab tersering enteritis adalah agen infeksi seperti bakteri, virus, dan parasit yang biasanya didapat dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Ketika masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut dapat mengakibatkan peradangan pada usus halus. Penyebab berikutnya adalah radioterapi. Orang yang menerima radioterapi untuk penyakit-penyakit di daerah perut rentan mengalami enteritis.
Untuk kolitis, biasanya selain disebabkan agen infeksi seperti pada enteritis, bisa juga disebabkan oleh gangguan pembuluh darah usus (vasculitis).
Tidak semua radang usus telah diketahui penyebabnya. Inflammatory bowel disease (IBD) adalah salah satu bentuk radang usus yang hingga saat ini belum diketahui sebabnya secara pasti (idiopatik). Kerentanan genetik, disregulasi sistem imun, dan perubahan mikrobiota usus diduga berperan pada penyakit IBD ini. Ada dua macam IBD yang dikenal luas di masyarakat, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Perbedaannya adalah pada area yang terdampak. Kolitis ulseratif terbatas mengenai daerah usus besar, sementara penyakit Crohn bisa mengenai seluruh traktus pencernaan mulai mulut, kerongkongan, usus halus, usus besar hingga anus.
Radang usus memiliki gejala yang berbeda-beda. "Gejalanya bervariasi, tergantung dari luas area yang terdampak serta tingkat keparahannya (apakah hanya radang atau sudah timbul luka). Pada enteritis dan kolitis akut, diare merupakan gejala tersering. Diarenya bergantung, bisa banyak airnya, bisa juga disertai lendir atau darah. Sementara pada IBD, selain diare, kadang juga bisa disertai nyeri perut hebat yang sifatnya hilang timbul dan berulang. Bisa juga gejalanya justru bukan diare, melainkan susah buang air besar, disertai mual dan muntah. Pada kondisi yang parah, pasien bisa mengalami demam tinggi, dehidrasi, anemia, hingga komplikasi lain seperti kebocoran usus.” paparnya.
Photo
Apabila gejalanya berat, perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan radang usus bergantung pada penyebabnya. Dokter akan melakukan penegakan diagnosa melalui anamnesis (tanya jawab dengan pasien dan keluarganya), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi).
Terapinya bervariasi, mulai diberi obat-obatan hingga dilakukan operasi bila memang diperlukan.
Pencegahan radang usus hanya bisa dilakukan pada kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit. Caranya dengan menghindari agen yang bersangkutan melalui pemilihan konsumsi makanan bersih. Untuk penyebab lainnya, belum ada cara efektif yang bisa mencegah radang usus. Olahraga, konsumsi makanan sehat, menghindari rokok dan alkohol, pemilihan pola hidup aktif, serta pemeriksaan berkala ke dokter untuk screening dapat dilakukan.
Bila ditemukan gejala-gejala yang telah disebutkan, jangan ragu mengunjungi fasilitas kesehatan terpercaya agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. (nof)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
