
Ilustrasi seornag ibu tengah merawat anaknya yang tengah demam.
JawaPos.com – Kejang biasanya dapat menimbulkan beberapa gejala berupa perubahan pada perilaku, gerakan tubuh, hingga tingkat kesadaran seseorang. Kondisi ini terjado karena disebabkan oleh beberapa kemungkinan.
Pada dasarnya penyebab utama kejang yaitu gangguan pola aktivitas listrik di otak, sehingga dalam kondisi ini seseorang menjadi gemetar dan bergerak secara tidak terkendali. Biasanya berlangsung 30 detik hingga 2 menit, jika melebihi 5 menit maka perlu penanganan medis.
Salah satu faktor penyebab kejang ialah demam. Ini sering ditemui pada anak-anak. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan kenaikan suhu tubuh yang terlalu cepat dan kemampuan tubuh anak untuk beradaptasi terhadap peningkatan suhu tubuh.
Demam yang disertai dengan kejang dapat menimpa anak pada usia tiga bulan hingga lima tahun. Akan tetapi, kondisi tersebut umumnya lebih sering dialami oleh anak berusia satu hingga satu setengah tahun.
Untuk itu, penting mengetahui penanganan pertama ketika anak mengalami kejang bagi orang tua. Namun sebelum itu, perlu diketahui pula beberapa gejala kejang demam yang dilansir dari siloamhospitals.com sebagai berikut.
1. Suhu tubuh anak naik secara drastis hingga lebih dari 38 derajat celcius
2. Berkeringat secara berlebihan
3. Tangan dan kaki terlihat gemetar tak terkontrol
4. Buang air kecil tiba-tiba dan bola matanya berputar ke atas
5. Tidak merespon ketika diajak komunikasi, baik diajak bermain atau berbicara
6. Kehilangan kesadaran atau pingsan saat kejang
Ketika anak mengalami kejang demam, hal yang paling penting dilakukan orang tua adalah tidak panik. Tetap bersikap tenang dan lakukan pertolongan pertama pada kondisi anak tersebut.
Dilansir dari alodokter.com berikut beberapa langkah sebagai pertolongan pertama menangani anak yang kejang demam.
1. Letakkan anak di tempat yang datar serta luas, sehingga ia tidak terbentur ataupun tertimpa benda tertentu saat kejang
2. Posisikan anak dengan tidur menyamping untuk mencegah tersedak saat kejang
3. Longgarkan pakaiannya, terutama pada bagian kerah leher
4. Jangan memaksa anak untuk menahan gerakan tubuhnya. Cukup jaga agar posisi tubuhnya tetap aman
5. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya, termasuk minuman, sendok, ataupun obat-obatan
6. Panggil nama anak atau ucapkanlah kata-kata yang menenangkan agar anak merasa lebih nyaman
7. Jangan lupa catat berapa lama anak mengalami kejang
8. Amati kondisinya saat kejang, terutama jika anak kesulitan bernapas atau wajahnya menjadi pucat dan kebiruan. Hal ini menandakan kekurangan oksigen dan membutuhkan penanganan medis secepatnya
9. Jika memungkinkan, rekam kejadian saat anak sedang kejang untuk diberikan kepada dokter sehingga mengetahui pasti seperti apa kejang yang dialami anak
Meskipun sudah memberikan penanganan pertama atau tidak melebihi waktu lima menit dan kejang sudah berhenti, anak tetap perlu dibawa ke dokter. Hal tersebut dilakukan agar dokter dapat memeriksa kondisi dan mengetahui penyebab pasti kejang yang dialami.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
