ILUSTRASI. Seseorang dengan bipolar biasanya menunjukkan gejala yang khas.
JawaPos.com - Layaknya fisik yang bisa terserang penyakit, kejiwaan pun berpotensi untuk terserang pula. Pada zaman yang sudah lebih maju ini, banyak orang mulai melek akan kesehatan jiwa dan membicarakan penyakit kejiwaan tanpa merasa tabu lagi.
Penyakit kejiwaan sendiri memiliki banyak spektrum dan penanganan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah bipolar disorder.
Banyak orang mengira bahwa bipolar disorder merupakan penyakit kejiwaan yang membuat penderitanya memiliki kepribadian ganda. Padahal, penyakit kejiwaan dengan kepribadian ganda itu merupakan hal yang berbeda lagi yang disebut dengan Dissociative Identity Disorder (DID).
Dikutip dari situs National Institute of Mental Health, bipolar disorder (dulunya disebut gangguan manik-depresif) merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami perubahan mood yang ekstrem dan tidak biasa.
Perubahan tersebut bisa dikategorikan sebagai bipolar disorder jika sudah mengganggu kegiatan sehari-hari dan setelah melalui serangkaian pemeriksaan oleh ahli. Berdasarkan artikel dari National Institute of Mental Health, perubahan mood ini terbagi menjadi dua.
Mood pertama yang dirasakan oleh penderita adalah mood yang sangat meningkat. Biasanya perasaan yang dirasakan oleh penderita adalah gembira, berenergi, dan mudah marah. Peningkatan mood yang sangat ekstrem tersebut biasanya dikenal dengan episode manik yang membuat penderitanya tahan tidak tidur selama berhari-hari.
Selanjutnya adalah mood yang sangat menurun. Biasanya penderita merasakan kesedihan yang berlebih, putus asa, dan cemas. Mood yang mengalami penurunan secara ekstrim ini biasanya dikenal sebagai episode depresif dan membuat penderitanya mengalami gangguan tidur.
Bipolar disorder biasanya banyak dialami oleh remaja akhir hingga dewasa awal dan gejala yang muncul bisa bervariasi. Dikutip dari situs Mayo Clinic, bipolar disorder terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan gejala yang dialami.
1. Bipolar I Disorder
Merupakan jenis bipolar disorder yang terjadi jika penderitanya mengalami setidaknya satu kali episode manik, diikuti dengan hipomanik, atau episode depresif mayor. Pada beberapa kasus, episode manik bisa memicu terjadinya psikosis, seperti delusi dan halusinasi.
2. Bipolar II Disorder
Jenis bipolar disorder ini terjadi ketika penderitanya mengalami setidaknya satu kali episode depresif mayor dan episode hipomanik. Penderita bipolar jenis ini biasanya tidak mengalami episode manik.
3. Cyclothymic Disorder
Merupakan suatu kondisi ketika penderitanya mengalami setidaknya dua tahun dari sekian banyak episode hipomanik dan beberapa periode depresif. Namun, periode depresif yang dialami biasanya tidak separah depresi mayor.
Selain itu, ada pula beberapa jenis lain yang dialami penderita, seperti bipolar dan gangguan kejiwaan terkait, sklerosis, stroke, dan penyakit Cushing.
Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda tidak melakukan self-diagnose terhadap diri sendiri. Jika dirasa ada gejala yang terjadi pada diri Anda, segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater pilihan!