Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Februari 2019 | 19.15 WIB

Nyeri Otot dan Saraf di Leher Bisa Picu Migrain, Mitos Atau Fakta?

Ilustrasi seseorang mengalami migrain akibat nyeri pada leher. - Image

Ilustrasi seseorang mengalami migrain akibat nyeri pada leher.

JawaPos.com - Pernahkah mengalami sakit kepala seperti migrain? Rasanya biasanya sakit pada kepala dan disertai mual dan biasanya terjadi hanya di satu sisi kepala. Posisi kepala letaknya langsung menyambung dengan leher. Sehingga bisa jadi ada kaitannya, antara nyeri otot di leher dengan sakit pada kepala. Benarkah demikian?


Migrain adalah sakit kepala yang timbul karena adanya perubahan aktivitas pada otak. Perubahan ini menyebabkan timbulnya rasa sakit di kepala. Biasanya dengan sensasi berdenyut yang teramat sangat menyakitkan. Rasa sakit migrain dapat bertahan beberapa jam hingga berhari-hari.


"Kita tahunya migrain sakit kepala sebelah. Padahal sebenernya migrain bisa dipicu dari leher entah karena nyeri otot di leher atau saraf kejepit," kata Pakar Nyeri dari Lamina Pain and Spine Center, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dalam konferensi pers di RS Meilia, Cibubur, baru-baru ini.


Menurutnya, ada 2 saraf dari leher di bagian paling atas menyambung ke arah jalan saraf ke kepala. Ada 5 saraf di leher yang arah jalannya ke tangan.


"Maka saat nyeri otot di leher, sakitnya bisa dari belakang kepala sampai ke depan. Sebagian dekat telinga. Nah ketika dibawa tidur setelah minum paracetamol biasanya enak," jelasnya.


Namun kondisi itu seringkali terjadi berulang. Terjadi masalah di area leher memicu sakit kepala yang dinamakan dengan istilah Cervicogenic Headache.


"Sakit karen sarafnya kejepit atau otot leher kaku," tuturnya.


Berbagai Faktor Risikonya


Salah satunya bisa disebabkan akibat era gadget pula. Terlalu banyak menunduk lama saat mengetik dan bermain gadget. Hal itu bisa menarik otot menjadi lemah dan memar.


"Karena kejepit kadang merasa kebas kesemutan di lengan juga. Dari sekian tahun jalani praktek untuk nyeri, biasanya sakit kepala dipicu dari leher," jelasnya.


Kesimpulannya, kata dia, sebanyak 80 persen sakit kepala dipicu karena masalah dari leher. Sisanya lagi mungkin karena stroke dan tumor otak. Atau bisa karena hal lain seperti masalah di mata, sinusitis atau menstruasi faktor hormonal.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore