
dr. Rino Alvani Gani
JawaPos.com – Penyakit hepatitis seringkali dianggap menjadi penyakit yang dikesampingkan bahayanya. Padahal prevalensi penderitanya terus bertambah dan tergolong penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Masyarakat mengenal hepatitis terbagi menjadi hepatitis A, B, dan C.
“Semua hepatitis berbahaya. Penderita hepatitis B paling banyak. Di Indonesia virus yang paling banyak ditemui sebagai penyebab hepatitis adalah virus hepatitis A, B dan C,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH di sela-sela Seminar dan Skrinning Hepatitis B dan C oleh Kimia Farma di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salemba, Rabu (30/8).
Lalu sebetulnya bagaimana cara penularan virus hepatitis A, B, dan C kepada manusia? Apa saja yang harus dihindari dan bagaimana gejalanya?
Virus hepatitis A
Ditularkan melalui tinja dari orang yang terinfeksi dan biasanya tertular lewat makanan atau air yang terkontaminasi. Infeksi yang terjadi bersifat akut, hampir semua sembuh dengan sempurna, tidak akan menjadi kronik atau menahun dan setelah terinfeksi akan memiliki kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis A.
Virus hepatitis B
Penyakit ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain yang telah terinfeksi. Virus hepatitis B dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat dilahirkan.
“Virus hepatitis B terjadi karena penularan ibu dan anak lewat jalan lahir. Bisa dicegah dengan vaksinasi,” kata Rino.
Virus hepatitis C
Kebanyakan ditularkan melalui darah yang terinfeksi, melalui transfusi darah dan dari jarum suntik yang terkontaminasi virus hepatitis C ketika prosedur medis dan penggunaan obat suntik. Penularan melalui hubungan seksual dapat pula terjadi, walaupun untuk hepatitis C lebih kecil risiko penularannya dibandingkan hepatitis B.
“Hepatitis C sendiri terjadi infeksi penularan paling sering penggunaan alat-alat rumah tangga yang bisa melukai. Seperti gunting, jarum jahit, jarum pentul, pisau cukur, hingga alat suntik,” ujar Rino.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
