
BANYAK MANFAAT: Sebagai bentuk olahraga aerobik, jalan kaki teratur meningkatkan pembakaran lemak dan gula dalam tubuh.
JawaPos.com - Banyak di antara kita yang merasa hari-harinya terlalu padat oleh berbagai kesibukan hingga merasa tidak punya waktu untuk berolahraga. Padahal, ada hal mudah yang bisa dilakukan sebagai trigger untuk hidup lebih aktif dan sehat. Apa itu? Jalan kaki.
---
STANFORD University mengeluarkan hasil riset global yang mengamati langkah 717 ribu orang lewat aplikasi di smartphone bulan lalu. Hasilnya, Indonesia berada di urutan ke-46 dari 111 negara dengan rata-rata 3.513 langkah per hari. Hongkong berada di urutan pertama. Warganya rata-rata melangkah 6.880 langkah per hari.
Jika mengacu pada rekomendasi WHO 10.000 langkah per hari, berarti belum ada yang memenuhi angka yang diharapkan. Sementara itu, American College of Sports Medicine (ACSM) menganjurkan orang dewasa setidaknya mendapatkan latihan dengan intensitas sedang 150 menit per pekan atau sekitar 30–60 menit per hari (lima hari dalam sepekan).
Mungkin, hasil itu tidak mewakili kondisi keseluruhan, tetapi cukup menjadi tamparan bahwa masyarakat kita kurang bergerak. ’’Kita harapkan ini memacu kita untuk hidup lebih aktif, lebih banyak bergerak,’’ ujar dr Michael Triangto SpKO.
Ketidakaktifan itu juga disebabkan beberapa faktor lain. Di antaranya, kurangnya sarana yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki. Juga, jalur pedestrian yang dikuasai kendaraan atau pedagang kaki lima. Namun, kondisi itu sebetulnya bisa disiasati. Cobalah berjalan kaki di sekitar kawasan rumah, kantor, atau taman kota. Jalan kaki merupakan olahraga yang paling mudah, murah, bisa dilakukan di mana saja, serta tanpa alat dan modal tertentu. Modalnya hanya satu: niat.
Tidak jarang muncul alasan, ’’Saya kerja setiap hari dikejar deadline di depan komputer’’. Jalan kaki bergantung bagaimana kreativitas kita untuk mau bergerak. ’’Bisa memakai minicycle di bawah meja. Jadi, tetap bergerak di tempat kita diam,’’ tutur dokter spesialis kedokteran olahraga tersebut.
Untuk memenuhi 10 ribu langkah per hari itu setara dengan jarak berapa kilometer? Bergantung intensitas setiap orang. Sekitar 6 kilometer. Bahkan, ada yang 7 kilometer atau lebih. Bisa mengukurnya dengan menggunakan pedometer atau aplikasi di smartphone.
Jalan kaki punya banyak manfaat untuk kesehatan. Juga, berfungsi sebagai proteksi dasar dari berbagai ancaman kesehatan. Michael menerangkan, jalan kaki merupakan bentuk olahraga aerobik yang mampu meningkatkan pembakaran lemak dan gula serta menurunkan dan mengontrol kadar gula darah.
’’Membantu profil lemak menjadi lebih baik. Kolesterol jahat turun, kolesterol baik meningkat,’’ jelasnya. Jadi, jalan kaki bisa menekan angka obesitas, mencegah risiko penyakit jantung, diabetes, arthritis, serta gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, dari sisi mekanis, jalan kaki memiliki keunggulan dibandingkan berlari. Bagi orang yang obesitas atau punya masalah dengan sendi lutut, tulang belakang, sakit pinggang, dan sebagainya, aktivitas jalan kaki lebih aman dilakukan. ’’Sebab, benturannya lebih minimal, sendi terlatih, tetapi tidak berlebihan,’’ paparnya.
Dengan begitu, secara psikologis jalan kaki menjaga kelangsungan seseorang untuk melakukannya kembali. Kalau setelah olahraga justru merasakan sakit, hal itu bisa menjadi trauma sehingga tidak mau melakukannya lagi.
Ingat, jangan berlebihan dalam berolahraga. Jika berlebihan, ada risiko yang ditimbulkan. Perhatikan tingkat kemampuan awal sebelum menentukan frekuensi dan intensitas berolahraga. ’’Yang merasakan manfaat paling besar adalah mereka yang sebelumnya tidak pernah olahraga, kemudian rutin menerapkan hidup aktif,’’ jelas Michael. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
