
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan perkembangan penanganan kasus hukum yang melibatkan 2 prajurit Kopassus TNI AD pada Sabtu (20/9). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - TNI AD menempatkan rudal balistik jarak menengah, KHAN ITBM-600, di Kalimantan Timur (Kaltim). Persisnya pada Batalyon Armed (Yonarmed) 18/Buritkang yang bermarkas di Tenggarong. Bukan hanya karena ada Ibu Kota Nusantara (IKN), Angkatan Darat punya beberapa alasan dan pertimbangan menempatkan rudal balistik pertama di Asia Tenggara itu di Kaltim.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, rudal KHAN batch pertama yang dikirim oleh Roketsan dari Turkiye ke Indonesia setara dengan kekuatan satu batalyon armed. Rinciannya satu baterai markas dan empat baterai operasional. Tahun depan, batch kedua pengadaan rudal balistik tersebut akan menyusul tiba di Indonesia.
”Yang jelas tujuannya (menempatkan rudal KHAN di Kaltim), pertimbangannya adalah memperkuat gelar sistem pertahanan kita. Kita menganut sistem pertahanan keamanan rakyat semesta, dan kita juga menganut sistem pertahanan pulau-pulau besar. Tentu pertimbangannya, mengapa meletakkan alutsista itu di situ, atau alutsista lain-lain, di mana pertimbangannya banyak. Jarak jangkau, jarak capai,” ucap Wahyu pada Sabtu (20/9).
Jenderal bintang satu TNI AD itu menyatakan bahwa pihaknya menginginkan agar gelar kekuatan TNI AD sesuai dengan konsep pertahanan pulau-pulau besar di Indonesia. Untuk itu, alutsista yang dimiliki harus mampu meng-cover seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga.
”Sehingga deploy untuk alutsista tentu dipertimbangka pada konsep pertahanan itu, bisa menjangkau seluruh wilayah tanah air, dan bisa meng-cover konsep lima pulau besar. Karena kita juga merupakan bagian dari konsep pertahanan yang sudah disusun,” jelasnya.
Wahyu pun menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut politik bebas aktif. Sehingga berkaitan dengan hubungan luar negeri, Pemerintah Indonesia bersahabat dengan semua negara, dengan semua bangsa. Namun, dia menekankan bahwa TNI harus tetap bersiap. Termasuk TNI AD yang memiliki tugas menjaga kedaulatan.
”Kita juga harus siap setiap saat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dasarnya tadi itu tadi, sistem pertahanan keamanan yang kita miliki dan konsep pertahanan pulau-pulau besar yang kita miliki,” imbuhnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
