
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari Jakarta untuk menjalani misi Port Visi ke beberapa negara di Pasifik Selatan. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 bertolak dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (9/10). Mereka akan melakoni pelayaran panjang ke beberapa negara di Kawasan Pasifik Selatan.
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyampaikan bahwa misi tersebut sekaligus untuk menguji kemampuan kapal bantu rumah sakit buatan PT PAL Indonesia itu.
Keterangan tersebut disampaikan secara langsung oleh Denih kepada awak media usai meninjau kesiapan kapal dan prajuritnya. Perwira tinggi bintang tiga TNI AL itu menyampaikan bahwa KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 akan berlayar selama 48 hari.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari Jakarta untuk menjalani misi Port Visi ke beberapa negara di Pasifik Selatan. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
”Tujuannya adalah sekaligus memperkenalkan kapal perang jenis bantu rumah sakit, kita mencoba menguji kemampuan dari kapal rumah sakit ini ke beberapa negara sekaligus,” terang Denih.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 diluncurkan pada 7 Januari 2021. Kapal bantu rumah sakit tersebut dibuat di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya Jawa Timur. Memiliki panjang 124 meter dan lebar 21.8 meter, kapal perang tersebut mampu mengangkut 643 personel.
Tidak hanya itu, sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dilengkapi dengan sejumlah fasilitas kesehatan dan diperkuat dengan tenaga kesehatan andal.
Karena itu, Denih menyampaikan bahwa misi Port Visit yang dilakoni oleh KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 ke Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini tersebut sekaligus untuk menguji kemampuan tenaga medis yang selama ini ditugaskan di kapal tersebut.
”Juga menguji kemampuan tenaga medis, sehingga ini merupakan salah satu kebanggaan kita bersama untuk KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang kita tunjuk untuk melaksanakan tugas keempat negara,” terang dia.
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Kapal bantu rumah sakit itu melalui beberapa tahapan sebelum akhirnya diberangkatkan. Dalam Port Visit yang mengusung misi perdamaian dan misi kemanusiaan tersebut, TNI AL turut menggandeng Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka turut membawa obat-obatan untuk diserahkan kepada negara-negara tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
