
Razia WNA Ilegal oleh petugas Imigrasi Medan
JawaPos.com - Kedatangan warga negara asing (WNA) secara ilegal ke Indonesia cukup tinggi di tahun 2016 ini. Hal itu terlihat dengan jumlah WNA yang telah dideportasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sepanjang tahun ini.
Dari data Ditjen Imigrasi terdapat 7.787 WNA yang melakukan pelanggaran di Indonesia. "Ada 7.787 warga negara asing. (Pelanggaran) bervariasi," kata Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie di kantor Kemenkumham, Kamis (29/12).
Ronny menyebut, dari 7.000 lebih WNA yang dideportasi itu di antaranya lantaran over stay hingga pemalsuan dokumen.
"Dia melebihi lamanya tinggal sesuai izinnya. katakanlah menggunakan bebas visa kunjungan atau dia bekerja juga melebihi ITAS (Izin Tinggal Terbatas) yang diberikan, atau ada juga dia memalsukan dokumen," papar Ronny.
Mantan kapolda Bali itu mengatakan, WNA yang dideportasi pada 2016 ini didominasi oleh warga negara asal Tiongkok, sekitar 1.200 orang.
"Di bawahnya itu Bangladesh, baru Afghanistan. Itu kita deportasi ya," ujar Ronny. (put/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
