Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2024 | 00.05 WIB

PTDI Pastikan Offset dari Pengadaan 42 Pesawat Tempur Rafale Sudah Berjalan

Jajaran manajemen PT Dirgantara Indonesia sata menerim kunjungan Tim Wantannas RI di Bandung. - Image

Jajaran manajemen PT Dirgantara Indonesia sata menerim kunjungan Tim Wantannas RI di Bandung.

JawaPos.com - Pengadaan 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale dari Perancis turut membawa untung bagi PT. Dirgantara Indonesia (PTDI).

Mereka menjadi perusahaan industri pertahanan (inhan) dalam negeri yang mendapat kesempatan untuk ikut terlibat dalam produksi bagian tertentu dari jet tempur generasi 4.5 tersebut. Informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan. 

Kepada awak media pada Jumat (27/9), Gita menyampaikan bahwa offset dari pengadaan puluhan pesawat tempur Dassault Rafale sudah mulai terasa oleh PTDI.

”Sudah ya, offset dalam pembelian Rafale kan sudah jalan. Seperti misalnya di luar itu kita juga punya production work package. Beberapa bagian daripada pesawat Rafale-nya akan diproduksi secara lokal di Indonesia,” terang Gita saat ditanyai mengenai offset pengadaan Rafale.

Menurut Gita, kesempatan itu sangat baik karena PTDI turut disertifikasi oleh Dassault dan berpotensi menjadi bagian dari global supply chain mereka. ”Di luar itu, maintenance-nya tentu kita, karena kita harus bisa mengambil kemampuan MRO-nya (Maintenance, Repair, Operation),” terang dia.

Bahkan, dia juga ingin PTDI bisa belajar mengenai beberapa teknologi kunci dari pengadaan puluhan pesawat tempur tersebut. 

Sebagai purnawirawan perwira tinggi TNI AU, Gita mengungkapkan bahwa teknologi kunci itu penting sebagai komplementer saat Indonesia membangun pesawat tempur sendiri.

”Ekosistem itu kan artinya kita melakukan komplementari kemampuan. Karena setiap unsur di dalam ekosistem itu kan akan fokus kepada kompetensi masing-masing,” terang dia. Pesawat, lanjutnya, bukan hanya soal platform. 

Gita menambahkan, pentingnya offset dalam pengadaan pesawat tempur Dassault Rafale adalah kesempatan PTDI untuk belajar mengenai teknologi terkini pembuatan pesawat tempur.

”Justru di situ pentingnya kita offset, program offset ini kita implementasikan dan kita maksimalkan,” terang dia. Selain pengadan skala besar jet tempur Rafale, Indonesia juga tengah bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) dalam membuat pesawat tempur KFX-IFX atau KF-21 Boramae.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore