Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Januari 2017 | 05.12 WIB

Media Australia Sebut Panglima Gatot Ingin Jadi Presiden, Ini Kata DPR

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo - Image

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

JawaPos.com - Australia tampaknya senang membuat gerah Indonesia. Kasus pelecehan Pancasila belum usai, kini media negeri Kangguru itu menambah masalah dengan menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tengah memoles citra untuk memuluskan ambisinya menjadi presiden.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai dugaan tersebut terlalu nerlebihan. "Jadi saya kira dugaan, orang yang menduga melalui media Australia itu saya kira terlalu berlebihan," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12).

Menurutnya, kasus penghinaan Pancasila memang sangat mungkin  dimanfaatkan oleh banyak pihak dengan membawanya ke arah politis. Dia berharap agar panglima TNI tidak mudah ditarik oleh berbagai macam isu-isu yang berkembang dan menambah keruh suasana.

"Sampai sekarang sikap panglima TNI masih firm, saya belum melihat ini sikap politis," sebutnya.

Sementara dia berpandangan bahwa bukan kali ini saja Australia membuat Indonesia gerah. Pantas saja rakyat khususnya TNI geram akan apa yang dilakukan negara tetangga itu.

"Kasus yang terjadi ini bukan sekali sudah sekian kalinya. saya memahami kalau personal TNI yang mendapati kasus itu menjadi agak gregetan," tegas Sekretaris Fraksi PKS itu.

Dia pun menilai langkah TNI untuk menghentikan sementara kerja sama militer adalah langkah yang tepat. "Jadi apa yang dilakukan panglima saya kira itu yang terbaik menjaga kehormatan bangsa Indonesia bukan hanya TNI," pungkas Sukamta.

Sebagaimana diberitakan tabloid harian The Courier Mail, insiden di fasilitas Australian Defence Force (ADF) di Perth yang dianggap menyinggung TNI mestinya tidak diumbar ke publik. Sumber Fairfax Media yang dikutip media-media Australia pun menganggap Gatot telah mencuri start.

“Itu seharusnya ditangani diam-diam," ujar sumber itu sebagaimana tertulis dalam artikel berjudulWhy Indonesian General Gatot Nurmantyo Halted Military Ties With Australia, Kamis (5/1).

Karenanya sumber itu menyebut Gatot punya ambisi politik. "Gatot memiliki ambisi menjadi presiden atau wakil presiden," katanya.

Sumber itu juga mengatakan, sebenarnya banyak kalangan internal TNI yang kecewa dengan kinerja tentara kelahiran 13 Maret 1960 tersebut. Karenanya, Gatot dianggap sengaja memanfaatkan isu nasionalisme untuk mendongkrak citra.

“Pada saat yang sama banyak orang di militer tidak puas dengan dia. Ini adalah cara yang baik baginya untuk memoles kepercayaan tentang nasionalismenya," tuturnya. (dna/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore