
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
JawaPos.com - Australia tampaknya senang membuat gerah Indonesia. Kasus pelecehan Pancasila belum usai, kini media negeri Kangguru itu menambah masalah dengan menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tengah memoles citra untuk memuluskan ambisinya menjadi presiden.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai dugaan tersebut terlalu nerlebihan. "Jadi saya kira dugaan, orang yang menduga melalui media Australia itu saya kira terlalu berlebihan," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12).
Menurutnya, kasus penghinaan Pancasila memang sangat mungkin dimanfaatkan oleh banyak pihak dengan membawanya ke arah politis. Dia berharap agar panglima TNI tidak mudah ditarik oleh berbagai macam isu-isu yang berkembang dan menambah keruh suasana.
"Sampai sekarang sikap panglima TNI masih firm, saya belum melihat ini sikap politis," sebutnya.
Sementara dia berpandangan bahwa bukan kali ini saja Australia membuat Indonesia gerah. Pantas saja rakyat khususnya TNI geram akan apa yang dilakukan negara tetangga itu.
"Kasus yang terjadi ini bukan sekali sudah sekian kalinya. saya memahami kalau personal TNI yang mendapati kasus itu menjadi agak gregetan," tegas Sekretaris Fraksi PKS itu.
Dia pun menilai langkah TNI untuk menghentikan sementara kerja sama militer adalah langkah yang tepat. "Jadi apa yang dilakukan panglima saya kira itu yang terbaik menjaga kehormatan bangsa Indonesia bukan hanya TNI," pungkas Sukamta.
Sebagaimana diberitakan tabloid harian The Courier Mail, insiden di fasilitas Australian Defence Force (ADF) di Perth yang dianggap menyinggung TNI mestinya tidak diumbar ke publik. Sumber Fairfax Media yang dikutip media-media Australia pun menganggap Gatot telah mencuri start.
“Itu seharusnya ditangani diam-diam," ujar sumber itu sebagaimana tertulis dalam artikel berjudulWhy Indonesian General Gatot Nurmantyo Halted Military Ties With Australia, Kamis (5/1).
Karenanya sumber itu menyebut Gatot punya ambisi politik. "Gatot memiliki ambisi menjadi presiden atau wakil presiden," katanya.
Sumber itu juga mengatakan, sebenarnya banyak kalangan internal TNI yang kecewa dengan kinerja tentara kelahiran 13 Maret 1960 tersebut. Karenanya, Gatot dianggap sengaja memanfaatkan isu nasionalisme untuk mendongkrak citra.
“Pada saat yang sama banyak orang di militer tidak puas dengan dia. Ini adalah cara yang baik baginya untuk memoles kepercayaan tentang nasionalismenya," tuturnya. (dna/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
