
ILUSTRASI
Saya pasti melewatkan nama-nama dan judul lain. Tapi, saya yakin saya tidak melewatkan banyak.
***
Saya meletakkan buku kecil itu. Kalau Borges dan Amerika punya koboi, saya dan pantura Jawa punya pendekar, itu yang saya pikirkan.
Saya mulai membayangkan sebuah benang merah yang terentang menghubungkan titik-titik wingit di Nusantara, yang merangkum tiga abad riwayat perlawanan (juga pertarungan). Saya mencoba menautkan apa yang dongeng dan yang jauh kepada apa yang lebih nyata dan lebih dekat.
Saya bayangkan setiap pendekar dari Patani sampai Tanimbar mungkin saja pernah berhadapan, seperti di Wiro Sableng-nya Tito. Saya memikirkan para pendekar dari masa VOC, Perang Jawa, tanam paksa, Perang Aceh, Pemberontakan Banten, Gedangan, Prambanan, Silungkang, 10 November, Peristiwa Tiga Daerah, ’65, Petrus, Priok, hingga tawuran antar perguruan silat paling mutakhir saling terkait. Saya senang mengandaikan Diponegoro, Jaka Sembung, Sakerah, Pitung, Sarip, Tan Malaka, Suryadi, Kutil, Kusni Kasdut, hingga para atlet tarik tambang bertenaga dalam di Paciran saling terhubung.
Dari sanalah, di antara Sidoarjo dan Tegal, di antara Pemberontakan Gedangan dan Peristiwa Tiga Daerah, di antara Sarip dan Kutil, di antara hutan jati Jawa yang gersang, di antara para pesanggem dan blandong yang dikriminalkan negara, saya menemukan Mad Modar, murid-muridnya, dan keturunannya. Di situlah Dawuk dan Anwar Tohari berada.
Ingin seperti Borges? Tidak. Saya hanya ingin membuat sastra Indonesia lebih seru dan lebih menyenangkan, seperti dulu Wiro Sableng membuat masa remaja saya lebih seru dan lebih menyenangkan. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
