Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 April 2024 | 20.54 WIB

Eksil yang (Tak Pernah) Hilang

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Sementara itu, pada film Yang (Tak Pernah) Hilang diperlihatkan bagaimana kakak Herman di Pangkalpinang sedang duduk di kursi yang biasa diduduki mendiang ibunya. Ia menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong, seperti kebiasaan yang dilakukan ibu Herman yang menatap jendela menunggu anaknya pulang. Hingga ibunya meninggal di tahun 2015, Herman tak ada kabar beritanya.

Demikian pula dengan ayah Bimo di Malang. Pak Utomo yang berusia 80 tahun itu sendirian membuat kopi sambil duduk berselonjor kaki di kursi mendengarkan radio yang memperdengarkan sebuah lagu dalam bahasa Jawa. Tatapannya kosong. Pada bagian lain, ia berdoa di depan salib. Ibu Bimo lebih dulu tiada di tahun 2018, juga saat menunggu kapan anaknya pulang.

Pulang

Film-film tersebut seakan-akan kompak ingin menyampaikan pesan mengenai ”pulang”. Inpres No 2 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat seakan-akan menjadi formalitas di ujung pemerintahan. Sekian waktu berkuasa, upaya negara dalam mewujudkan rasa ”pulang” seperti dalam kasus 1965 dan 1997/1998 seperti tidak ada kesungguhan.

Film-film itu pada akhirnya menjadi upaya untuk mengingatkan bahwa negara harus mewujudkan rasa ”pulang” itu dengan klir. Jangan sampai penerbitan inpres tersebut justru menjadi usaha impunitas atas kejahatan yang dilakukan oleh negara. Sebagaimana juga Surat dari Praha (2016), Eksil dan Yang (Tak Pernah) Hilang telah melakukan bagiannya. Di tengah ancaman adanya manipulasi ingatan untuk melegitimasi kekuasaan otoritarian masa lalu, film-film itu hadir sebagai jalan kemanusiaan.

Dengan melihat dua film tersebut, ada alasan bagi saya untuk bersyukur pada Tuhan. Air mata telah diciptakan-Nya untuk menggantikan kata-kata yang tak bisa terucapkan. (*)

---

OBED BIMA WICANDRA, Dosen UK Petra Surabaya. Kandidat doktor di Kajian Seni dan Masyarakat Universitas Sanata Dharma Jogjakarta.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore