
ILUSTRASI
(Anda kira, ketika Kipling menulis ”The White Man’s Burden” untuk mendukung penjajahan Amerika atas Filipina, itu tidak didasari niat mulia?)
Bersikap adil terhadap liyan adalah hal yang sangat berat karena bersikap adil terhadap diri/kelompok sendiri juga bukan hal yang ringan. Itulah kenapa ada penulis-penulis yang memakai mata asing untuk melihat diri atau kelompoknya sendiri, entah karena kedangkalannya atau keteledorannya, atau karena dengan sadar ingin mengambil keuntungan dari itu.
Di lakon-lakon ludruk, banyak demang atau pendekar yang mau berkomplot dengan kompeni untuk mendapatkan kemuliaan dan kedudukan. Di dunia nyata, tak kurang penulis-penulis kulit berwarna menulis buruk tentang dirinya atau kelompoknya atau bangsanya untuk mendapat pujian patron-patron kulit putihnya. (*)
*Dikembangkan dari materi diskusi ”Menulis ’Yang Lain’: Fiksi di Antara Kebebasan Kreatif dan Apropriasi Budaya” di Flores Writers Festival 2023 di Maumere, 8 November 2023.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
