
ILUSTRASI
Saat ini adalah momen yang (paling) pas untuk makin memecut produktivitas karya-karya baru keroncong, mempromosikannya, memikirkan daya saingnya (competitiveness), memikirkan strategi pemasaran dan kebudayaannya, warisan pengetahuannya. Skena keroncong saat ini masih belum surplus musisi, padahal sedang banyak demand untuk dunia hiburan. Regenerasi tentu masih sangat penting. Kuratorial atas event atau festival keroncong juga masih bisa dipertajam. Belum banyak pula filantropis, promotor, sponsor yang royal, padahal keroncong ini sebenarnya genre potensial.
Catatan kritis pemungkas: Kita tak perlu lagi terbelenggu dengan pergunjingan klasik/modern, asli/tidak asli, pakem/tidak pakem, band/bukan band, dan beban sentimental-emosional antarpersonal atau kelompok karena semua itu justru akan menghancurkan masa depan keroncong. Terakhir banget: Mari berkarya dan berdebat ide kreatif saja! (*)
---
ERIE SETIAWAN, Musikolog, ketua Tim Penyusun Ensiklopedia Musik Keroncong (2022)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
