Kasi Linjam Daker Madinah M. Slamet menunjukkan kursi roda dari jemaah haji 2024 yang bisa dimanfaatkan untuk musim haji 2025. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di halaman belakang Kantor Daker Madinah, deretan kursi roda tertata rapi. Banyak yang masih layak pakai, kebanyakan hanya berdebu ringan. Bukan milik jemaah yang baru datang, melainkan warisan dari musim haji tahun lalu, 2024.
“Itu kursi roda yang ditinggal jemaah tahun lalu. Banyak yang sengaja diwakafkan karena jemaah merasa tak perlu membawanya pulang. Banyak yang masih bagus,” ujar M. Slamet, Kasi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Madinah.
Kursi roda-kursi roda itu kini disiapkan kembali untuk membantu jemaah lansia di musim haji 2025. Selain kursi roda, sandal-sandal yang tertinggal di hotel dan Masjid Nabawi pun ikut dikumpulkan.
Sebagian akan disalurkan ke Sektor Khusus Nabawi, tempat di mana jemaah kerap kehilangan sandal usai salat atau mengambil wudu.
Kisah ini hanya satu dari banyak cerita di balik barang-barang yang tertinggal dan tak diklaim jemaah.
Seiring dengan dimulainya fase pendorongan besar-besaran dari Madinah ke Makkah sejak Jumat (10/5), potensi kehilangan barang meningkat tajam.
Jemaah terburu-buru, perpindahan hotel cepat, dan area ibadah ramai. Tak heran, setiap hari ada laporan barang tertinggal.
Namun tidak semua barang langsung dikategorikan hilang atau dibuang. Jika tidak diklaim hingga musim haji berakhir, barang-barang itu tidak serta merta disingkirkan. Ada prosedur perlindungan jemaah yang diberlakukan.
“Barang-barang itu nanti akan kita simpan. Kalau tidak ada yang ambil, bisa kita wakafkan kepada yang membutuhkan, atau kita bawa pulang ke Indonesia. Siapa tahu ada jemaah yang merasa kehilangan setelah pulang,” jelas Slamet.
Slamet menekankan, barang sekecil apapun tetap dicatat. Bila ada identitas, petugas akan mencocokkan dengan data embarkasi atau rombongan.
“Kursi roda ini banyak juga yang masih ketinggalan di bandara, kemudian kita koordinasi dengan linjam di bandara, dikirim ke Daker Madinah, kemudian kita data,” tambahnya.
Jika di kursi roda itu ada nama pemiliknya, Slamet akan menghubungi sektor-sektor tempat jemaah menginap. Namun jika tidak ada nama, proses pengembalian membutuhkan effort lebih.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak langsung panik saat merasa kehilangan barang. Ada kemungkinan barang tersebut masih diamankan oleh petugas atau tertinggal di tempat yang bisa ditemukan kembali.
“Kalau jemaah merasa kehilangan, jangan buru-buru memvonis. Laporkan saja ke linjam, ketua rombongan, atau petugas sektor,” ujarnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
