
SIAP BERANGKAT: Abubakar Talib Ciri (kiri) dan istri Hj Dafau bersantai di kediamannya di Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima (7/5).
Rutinitasnya ke sawah lalu memberi makan ternak membuat kebugaran Abubakar Talib Ciri terjaga di usia yang sudah 101 tahun. Sudah tak sabar melihat Makkah yang kerap dia dengar ceritanya dari keluarga dan tetangga.
YUYUN ERMA KUTARI, Kabupaten Bima
---
SENYUMNYA terus mengembang. Perasaannya tak keruan. Mimpi Abubakar Talib Ciri tidak lama lagi akan menjadi kenyataan.
Warga Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mendapatkan giliran menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.
’’Alhamdulillah, dalam salat saya selalu berdoa semoga segera berhaji dan setelah dikasih tahu ada nama saya, ini berkah yang luar biasa. Saya tidak berhenti bersyukur,” ujarnya kepada Lombok Post di kediamannya Selasa (7/5) lalu.
Keberkahan itu bukan hanya Abubakar yang merasakan, melainkan juga keluarga besarnya. ’’Saya awalnya tidak percaya mendapatkan panggilan ibadah haji ini, karena usia saya yang sudah 101 tahun. Tetapi, setelah diyakinkan oleh orang-orang di sini (Kemenag Kabupaten Bima, Red), ternyata ini memang benar,” ucap pria kelahiran 5 Mei 1923 tersebut.
Dari data yang diterima Lombok Post, Abubakar yang berusia 101 tahun mendaftarkan diri untuk berhaji pada 9 November 2018. Dia hanya beda 8 tahun dari Hardjo Mislan, jemaah tertua dari Indonesia di musim haji kali ini yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, dan berangkat dari embarkasi Surabaya.
Abubakar melunasi pembayaran biaya haji pada 6 Februari 2024. Kata dia, proses untuk pelunasan biaya haji tersebut memang tidak mudah. Terutama soal biaya. Namun, dirinya ikhlas dan ikhtiar untuk melakoni pekerjaannya. Sehari-hari Abubakar bekerja sebagai petani bawang merah.
Saat panen dan hasil produksi bawang merah dijual, itulah dana yang ditabung oleh Abubakar. Di samping itu, dirinya juga menjual hasil ternak yang sudah dipelihara selama bertahun-tahun.
Meski mendaftarkan diri untuk keperluan ibadah haji pada 2018, sebelum itu dia sudah rutin menabung. ’’Kalau ditotal, ada mungkin lebih dari 10 tahun saya menabung. Dari sebelum daftar, saya sudah nabung. Untuk keperluan pelunasan, saya juga sudah nabung,” terangnya.
Di usianya yang sudah seabad lebih dan masuk kategori jemaah lanjut usia (lansia), Abubakar mengaku tidak menggunakan pendamping sama sekali. Dia sangat percaya diri karena merasa kondisinya masih prima.
Itu tak lepas dari aktivitas jalan kaki yang selalu dilakukannya. Kegiatan tetapnya adalah pergi ke sawah. Selepas itu, Abubakar melanjutkan kegiatannya dengan memberi pakan hewan ternaknya, yang dilepasliarkan tanpa kandang.
Dia mengaku sudah tidak sabar untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci. Yang kerap dia dengar dari keluarga dan tetangga yang pernah ke Makkah, kota itu sangat indah dan megah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
