Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2024 | 01.19 WIB

Indonesia Jadi Percontohan Sistem Umrah Online Saudi

SELEPAS MAGRIB: Jemaah menunggu waktu salat Isya di area luar Masjidilharam pada Rabu (14/6) malam. - Image

SELEPAS MAGRIB: Jemaah menunggu waktu salat Isya di area luar Masjidilharam pada Rabu (14/6) malam.

JawaPos.com – Setelah melakoni rangkaian kegiatan bersama pemerintah Indonesia, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah menggelar pertemuan dengan pelaku travel perjalanan umrah dan haji khusus di Jakarta pada Selasa (30/4) malam. Pertemuan itu membahas beberapa regulasi baru terkait umrah dan haji.

Beberapa hal yang disampaikan Menteri Tawfiq, antara lain, setiap jemaah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk beribadah di Raudhah. Seperti diketahui, Raudhah yang terletak di dalam Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang dituju jemaah haji maupun umrah ketika berada di Madinah.

Posisi Raudhah berada di antara makam Nabi Muhammad dengan mimbar untuk khotbah. Jemaah rela antre berjam-jam untuk bisa berdoa di area Raudhah tersebut.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M. Nur yang mengikuti pertemuan itu menuturkan, untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah saat berziarah di Masjid Nabawi, pemerintah Saudi memberikan kesempatan lebih banyak. Pada aturan yang lama, rombongan jemaah diberi kesempatan berada di Raudhah selama 30 menit untuk setiap sesinya. Sekarang dibatasi maksimal 15 menit. ”Sehingga, hal ini bisa memberikan banyak kesempatan kepada jemaah yang akan ke Raudhah,” kata Firman kemarin (1/5).

Dia menuturkan, kesempatan tersebut tentu akan disambut positif oleh jemaah haji maupun umrah. Pasalnya, mereka tidak perlu menunggu lama untuk bisa ke Raudhah. Meski, ketika sudah berada di dalamnya, mereka tidak bisa juga lama-lama.

Dalam kesempatan itu, lanjut Firman, Menteri Tawfiq mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara percontohan sistem umrah online Saudi. Teknisnya adalah travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) resmi Indonesia akan diakomodasi masuk dalam sistem Nusuk milik Saudi.

Nusuk adalah sistem layanan pendaftaran atau pembelian paket umrah secara online yang digagas Saudi. Masyarakat dari penjuru dunia, termasuk Indonesia, bisa membeli paket umrah secara langsung lewat aplikasi Nusuk. Paket yang dijual meliputi visa umrah, hotel, dan pembimbing. Sebagian besar paket yang dijual tidak termasuk tiket penerbangan.

Firman mengatakan, pertimbangan pemerintah Saudi mengenai integrasi Nusuk itu adalah mereka tidak ingin muncul perbedaan aturan dengan UU Haji dan Umrah yang berlaku di Indonesia. ”Jadi, kalau nanti mau (umrah) lewat Nusuk, jemaah bisa memilih (PPIU) Indonesia yang sudah listed di Nusuk,” jelasnya.

Sementara itu, PT Pos Indonesia bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Senin (29/4) lalu. Pertemuan tersebut membahas, antara lain, peningkatan pelayanan kargo barang bawaan jemaah haji. Kedua pihak bersepakat untuk memberikan kemudahan layanan pengiriman barang jemaah dari Saudi ke tanah air. ”Keluhan jemaah haji di tahun sebelumnya yang mana kargo baru sampai Indonesia setelah dua bulan pengiriman,” kata Dirut Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi.

Proses pengiriman itu lama karena menggunakan jalur laut. Faizal mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan Saudi bernama MCS untuk melayani kargo jemaah haji lewat jalur udara. (wan/c7/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore