Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 22.08 WIB

Obati Kekecewaan Calon Jemaah Haji Furoda Karena Visa Tidak Keluar, Travel Diminta Kembalikan Uang CJH

Ilustrasi ibadah Haji. - Image

Ilustrasi ibadah Haji.

JawaPos.com  - Calon jemaah haji (CJH) dengan visa furoda sudah setor uang ratusan juta ke travel haji. Mereka kini harus gigit jari. Pasalnya visa haji furoda tidak dikeluarkan oleh Arab Saudi. Travel dianjurkan untuk mengeluarkan kebijakan win-win solution, di antaranya dengan pengembalian dana (refund) yang sudah disetor jemaah haji. 

Ketua Komnas Haji Mustolih Sirodj mengatakan, kegagalan berangkat bagi jemaah visa haji furoda tahun ini tentu membuat calon jemaah sangat kecewa. "Tetapi akan lebih baik jika diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai solusi bersama dengan pihak travel," kata Mustolih Sirodj di Jakarta pada Jumat (30/5).

Mustolih mengatakan sebagai obat kekecewaan, travel bisa melakukan skema pengembalian biaya (refund). Skema lainnya adalah penjadwalan ulang (reschedule) untuk tahun berikutnya. Atau jemaah didaftarkan sebagai haji khusus, yang visanya dipastikan terbit karena kuota resmi pemerintah Indonesia. Hanya saja sekarang haji khusus sudah antre sekitar tujuh tahun. 

"Informasi yang beredar, ada beberapa travel resmi yang bersedia mengembalikan biaya seratus persen kepada para jemaah," ungkapnya. Upaya itu dilakukan demi menjaga reputasi dan nama baik. Meskipun mereka juga mengalami kerugian yang tidak sedikit. 

Mustolih mengatakan keputusan refund atau pengembalian dana jemaah haji furoda tidak akan mudah dilakukan. Karena uang jemaah ratusan juta Rupiah sudah diterima travel. Oleh travel, uang tersebut sudah digunakan untuk booking tiket pesawat. Selain itu juga untuk booking hotel di Saudi. 

Selain itu juga sudah digunakan untuk sewa transportasi bus di Saudi. Serta untuk pembayaran layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "(Harus lakukan pembayaran dulu) Karena di sana bersaing ketat dengan penyelenggara haji dari berbagai negara," tuturnya. 

Dia mengakui memang terjadi anomali dalam haji 2025 ini. Biasanya saat memasuki fase akhir pemberangkatan jemaah reguler, disusul jemaah haji furoda berbondong-bondong mulai diterbangkan ke Arab Saudi. Tetapi sekarang jemaah furoda tidak bisa mengikuti prosesi haji karena visa belum kunjung terbit. Sehingga terancam tidak ada pemberangkatan.

"Lantas apakah persoalan ini menjadi tanggungjawab pemerintah atau Kemenag," katanya. Mustolih menegaskan dalam penyelenggaraan haji furoda murni menjadi urusan antara pihak travel dengan jemaahnya sebagai kegiatan bisnis murni (business to customer).

Kejadian ini harus jadi perhatian. Ke depan pemerintah harus ikut lebih dalam mengatur regulasi haji furoda. Pasalnya dengan iklan yang begitu massal di masyarakat, banyak orang tergiur daftar haji furoda. Padahal visa haji furoda tidak ada yang bisa menjamin penerbitannya. Jika apes, seperti tahun ini Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda. (wan)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore