
CJH asal Gresik mendapatkan perawatan dari petugas medis di klinik Asrama Haji Sukolilo Surabaya, untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit, Senin (3/6)
.JawaPos.com-Satu calon jemaah haji (CJH) terpaksa turun dari bus yang hendak diberangkatkan ke Bandara Juanda pada Senin (3/6). Peristiwa itu terjadi menjelang keberangkatan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya,
CJH tersebut tergabung dalam kloter 82 asal Kabupaten Gresik atas nama Achwan Darit, 69. Wakil Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Ahmad Allauddin menjelaskan jemaah atas nama Achwan Darit, menggigil dan demam ketika berada di dalam bus.
Padahal saat proses pemberangkatan dari kamar sampai hendak naik ke bus, tidak ada tanda-tanda jika sakit.
"Karena tidak kuat melanjutkan perjalanan akhir tertunda keberangkatannya. Nantinya jika sudah kondisi pulih dan mendapatkan rekomendasi laik terbang baru kami ikutkan ke kloter selanjutnya," terang Allauddin, Senin (3/6).
Achwan Darit yang berangkat bersama sang istri harus menjalani perawatan medis dikarenakan mengalami sakit demam dan menggigil ketika di atas bus.
Achwan pun dibawa ke klinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Sedangkan sang istri tetap berangkat ke Tanah Suci.
"Tadi sudah di atas bus kemudian diturunkan agar tidak parah sakitnya. Namun istrinya yang tetap berangkat," ujarnya.
Keberangkatan kloter 82 akhirnya mengalami open site atau tidak penuh dalam satu kloter.
"Ya open site karena satu orang tunda berangkat. Sehingga jemaah kloter 82 yang diberangkatkan 370 orang. Jadi tidak mungkin kita berangkatkan cadangan, karena jemaah yang tunda sangat mendadak sakitnya," ungkap Allauddin.
Hingga Senin (3/6) sore sebanyak 82 kloter dengan total calon jemaah haji (CJH) 32.395 orang atau 77 persen, telah diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya ke Tanah Suci.
Allauddin juga mengaku sudah berkoordinasi dan melakukan evaluasi kepada jemaah haji menjelang kloter berakhir 10 Juni mendatang. Hasil evaluasi bersama dengan PPIH Bidang Kesehatan agar jemaah bisa dilakukan observasi lebih awal untuk menentukan laik terbang, sehingga tidak ada jemaah yang tertunda keberangkatan ke Tanah Suci.
Kami bersama dengan bidang kesehatan melakukan pemantauan secara detail agar jemaah jangan sampai tertunda saat masa injury time keberangkatan kloter," terangnya.
Hingga kini masih ada 21 jemaah yang tertunda keberangkatannya dan 13 jemaah dipulangkan ke daerah asal, karena mengalami sakit dan hamil yang tidak dimungkinkan untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, Perwira Jaga Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya Achmad Faridy Faqih mengatakan pihaknya masih melakukan observasi kepada jemaah yang mengalami sakit di atas bus.
"Ya sampai saat ini kami masih melakukan observasi di klinik," tutur Faridy.
Dia juga menyebut sampai dengan 82 kloter jumlah jemaah yang berkunjung ke klinik sebanyak 727 jemaah. Mereka rata-rata mengalami sakit seperti batuk, flu, kecapekan hingga konsultasi penyakit dan obat yang diderita.
"Ada 727 orang rata-rata jemaah ringan. Rata-rata batuk, pilek kecapekan dan konsultasi kesehatan," Ungkap dia. (*)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
